Pangkalan Bun, Kaltengonline.com – Akses transportasi air menuju lokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dibersihkan setelah sejumlah bagian alur Sungai Buluh tertutup kayu tumbang dan tumbuhan liar.
Pembersihan dilakukan personel Polres Kobar bersama tim gabungan dan relawan, Jumat (6/11/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada bagian sungai yang mengalami penyumbatan sehingga menghambat pergerakan perahu menuju kawasan hutan.
Material berupa batang kayu, ranting pohon, dan gulma diangkat dari alur sungai. Sejumlah batang pohon yang melintang juga dipotong agar jalur transportasi air dapat kembali dilalui.
Kapolres Kobar AKBP Joko Handono mengatakan, Sungai Buluh merupakan salah satu akses yang digunakan petugas untuk menjangkau lokasi pemadaman karhutla di kawasan TNTP.
Menurut dia, jalur tersebut juga dimanfaatkan untuk mengangkut personel, peralatan pemadaman, serta kebutuhan logistik selama penanganan kebakaran berlangsung.
“Sungai ini merupakan salah satu akses yang sering kami dan tim gabungan lalui untuk mengangkut peralatan dan personel. Karena itu, pembersihan dilakukan agar perjalanan menuju lokasi pemadaman lebih mudah,” kata Joko.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan personel gabungan dikerahkan dengan menggunakan perahu kelotok dan peralatan manual. Pembersihan dilakukan secara bersama-sama, terutama pada bagian sungai yang tertutup material kayu dan vegetasi cukup lebat.
Terhambatnya jalur transportasi air menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi mobilitas petugas di kawasan TNTP. Sebab, sejumlah titik kebakaran berada jauh di dalam hutan dan tidak seluruhnya dapat dijangkau melalui jalur darat.
Kondisi geografis kawasan yang didominasi lahan gambut dan vegetasi hutan juga membuat penanganan kebakaran membutuhkan akses transportasi yang memadai. Kelancaran jalur sungai diperlukan untuk mendukung pengiriman personel maupun peralatan ke lokasi kejadian.
Selain menghambat aktivitas petugas, karhutla di kawasan konservasi tersebut juga berisiko terhadap kelestarian habitat satwa liar, termasuk orangutan Kalimantan. Pembersihan Sungai Buluh diharapkan dapat memperlancar akses menuju lokasi kebakaran dan mendukung proses penanganan karhutla di Tanjung Puting. (yusbob)






