Pelaku Usaha Industri Rumahan Diberi Pelatihan

oleh
oleh
KEBERSAMAAN : Kepala DP3APPKB Kalteng dr Linae Victoria Aden MM Kes (duduk, tengah) beserta jajarannya, instruktur serta peserta foto bersama usai membuka kegiatan pelatihan bagi perempuan di Aula Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kalteng, Kamis (8/9).

Upaya Pemprov Kalteng Tingkatkan Keahlian Perempuan

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP-PKB) Provinsi Kalteng melaksanakan pelatihan membuat abon dan pempek berbahan dasar ikan. Kegiatan ini digelar di Aula Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kalteng, Kota Palangka Raya, Kamis (8/9).

Semua peserta yang mengikuti adalah perempuan, berasal dari pelaku usaha industri rumahan, yang menjadi binaan dari DP3APPKB Kalteng sebanyak 25 orang, dengan menghadirkan dua instruktur dari UKM Tampung Parai dan Pramesti Malima Energi Fokus Sejahtera (PMEFS).

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keahlian perempuan industri rumahan, juga untuk menambah ilmu pengetahuan membuat abon dan pempek berbahan dasar ikan, serta meningkatkan kapasitas dan SDM perempuan, sehingga mampu bersaing dalam pengolahan berbahan dasar ikan,” kata Ketua Panitia, Mariana SE yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Kualitas Hidup Perempuan DP3APPKB Kalteng.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Kalteng dr Linae Victoria Aden MM Kes, mengungkapkan, menurut data dari statistik jumlah perempuan hampir sama dengan jumlah laki-laki, sehingga saat ini peran perempuan dalam peningkatan perekonomian keluarga khususnya bagi perempuan menjadi hal yang dapat diperhitungkan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat, lanjutnya, dari 46 juta UMKM yang diketahui merupakan industri rumahan, 60 persen pengelolanya adalah kaum perempuan, sehingga peran perempuan menjadi cukup besar bagi ketahanan ekonomi.

“Sebab mampu menciptakan lapangan kerja, menyediakan barang dan jasa dengan harga murah serta mengatasi masalah kemiskinan,” ujarnya.

“Semoga pelatihan ini dapat menciptakan peluang usaha yang luas dan membuka lapangan kerja bagi perempuan, sehingga dapat meningkatkan usaha pendapatan bagi perempuan,” imbuhnya. 

Ia menambahkan, baru-baru ini Gubernur Kalteng Sugianto Sabran telah membuka secara resmi kegiata temu akbar pelaku UMKM se-Kalteng sebanyak 5000 orang. Upaya ini salah satu wujud Pemprov Kalteng meningkatkan daya saing produk UMKM. Sekaligus mengembangkan sistem jaringan usaha bagi UMKM yang memiliki produk unggulan melalui fasilitas kemitraan dan digitalisasi UMKM.

“Semua bertujuan meningkatkan pemasaran produk usaha kecil dan menengah sehingga UMKM di Kalteng bisa naik kelas,” tandasnya. (kom/uut/ktk/aza/kol)