Cegah Banjir dengan Pelestarian Hutan

oleh
oleh
H Rudianur

SAMPIT – Banjir yang cukup parah melanda wilayah utara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), selain disebabkan curah hujan yang cukup tinggi, juga karena gundulnya hutan yang selama ini menjadi penyangga air hujan. Untuk itu, mencegah banjir harus ada terobosan untuk mempertahankan sisa hutan yang masih ada dengan melakukan pelestarian hutan.

“Banjir yang melanda sejumlah titik di daerah kita ini merupakan peringatan awal bahwa alam kita sudah rusak dan rusaknya oleh tangan manusia itu sendiri, sehingga areal hutan yang selama ini menjadi penyangga air hujan dibabat habis, ini juga kesalahan dalam tata kelola investasi merupakan biang dari hadirnya bencana banjir tersebut,” kata Wakil Ketua I DPRD Kotim H Rudianur saat dibincangi, Rabu (14/9).

Dirinya juga sudah sering kali mengingatkan bahwasannya perlu adanya pembatasan dan pengaturan terhadap pembukaan lahan di Kabupaten Kotim ini. Namun perluasan lahan terus saja terjadi di lapangan meskipun itu dilakukan secara diam-diam ataupun illegal, maka dengan kondisi sekarang ini pemerintah harus memperkuat sektor hutan tanaman industri, untuk mengelola dan menanam kembali hutan-hutan yang kritis.

“Kalau dibiarkan maka kondisi pohon hutan akan habis, dan kita mau menyalahkan siapa, kita hanya menikmati warisan-warisan akan kerusakan alam dan bencana yang datang bersamaan dengan siklus tahunan. Saya bukan anti kepada kelapa sawit, tetapi ketika sudah seperti ini solusi dan opsi yang bisa kita lakukan adalah menanam kembali hutan-hutan yang ada dan tersisa,” ujar Rudianur,

Baca Juga:  Kantor Desa Basawang Rusak Parah, DPRD Kotim Desak Perbaikan Segera

Politisi partai Golkar ini menekankan, pelestarian lingkungan yang baik juga menjadi dasar ketahanan program pembangunan, termasuk pelestarian hutan yang fungsinya untuk mendapatkan daya kuat resapan air, sehingga banjir tidak bertahan dalam waktu lama.

Ia juga mengharapkan agar pemerintah daerah melalui instansi terkait terus menggalakkan program pelestarian lingkungan atau peningkatan hutan dengan menggerakkan kembali penanaman pohon kepada warga masyarakat di masing-masing Kecamatan dan Desa di Kabupaten Kotim ini.

“Dengan penanaman pohon, saya yakin satu pohon sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan struktur tanah agar tidak mudah tergerus ketika banjir datang, dan daya resapan air dari pohon itu juga nantinya akan dirasakan oleh masyarakat kita, terutama mereka yang bermukim di daerah dataran rendah,” tutupnya. (bah/ans/ko)