kaltengonline.com – Pemerintah Daerah (Pemda) atau pun Dinas Pendidikan Kotim diminta untuk memperhatikan dan membedakan masalah kesejahteraan guru yang bekerja di perkotaan dan guru yang berada di wilayah pelosok pedesaan. Demikian disampaikan Anggota DPRD Kotim Nadie Egon SPd, Jumst (7/10).
“Jangan sampai disalahartikan. Bukannya guru yang mengajar di kota tidak diperhatikan, mereka juga harus diperhatikan, tetapi mungkin masalah perhatiannya yang harus dibedakan misalnya memberikan fasilitas perumahan yang layak huni serta tunjangan tambahan kepada mereka yang mengajar di desa terpencil yang jauh dari pusat kota,” kata Nadie, Jumat (7/10).
Menurutnya tanggung jawab yang diemban guru tersebut cukup berat ketimbang dengan guru yang ada di perkotaan. Pasalnya di wilayah pelosok tersebut guru banyak yang merangkap mengajar.
“Kalau di daerah pelosok, banyak guru yang merangkap, bisa 1 guru mengajar 3 kelas dalam 1 Sekolah, selain itu juga masalah kelengkapan fasilitas sekolah juga sangat jauh berbeda dari sekolah yang ada di kota, maka dari itu kami minta guru di wilayah pelosok harus lebih diperhatikan,”ujar Nadie yang juga mantan guru di wilayah utara Kabupaten Kotim..
Politisi Partai Golkar ini juga mengatakan dengan diberikannya fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai supaya para guru yang mengajar di wilayah desa di pelosok bisa betah, apalagi mereka kalau berangkat mengajar harus menempuh wilayah, medan dan riam yang sulit.
“Kalau di kota tidak ada jalan yang sulit dilalui, tetapi kalau di wilayah pelosok bisa jadi seorang guru tersebut harus melewati medan yang cukup berat untuk bisa sampai ke sekolahnya,” ucap Nadie.
Ia menambahakan kesejahteraan guru yang ada di pelosok sudah seharusnya mendapatkan tunjangan lebih ketimbangan guru yang ada di kota, karena secara logika saja berfikir kalau kesejahteraan guru yang mengajar di Kota dan di wilayah terpencil disamakan, pastinya guru-guru yang di wilayah terpencil akan meminta untuk bisa pindah ke kota. (bah/ans/ko)







