SAMPIT– Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H Rudianur sangat mendukung dan mengapresiasi ada sekitar 44 sekolah yang ada di daerah ini menjadi sekolah penggerak. Dengan adanya sekolah penggerak ini, di mana pengajarannya berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter) yang diawali dengan SDM yang unggul.
“Program sekolah penggerak bertujuan untuk menciptakan pelajar pancasila, dalam rangka mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, hal itu untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” kata Rudianur usai menghadiri acara komitmen bersama terkait sekolah pengerak, Rabu (23/5).
Menurutnya program sekolah penggerak adalah program untuk meningkatkan kualitas belajar siswa yang terdiri dari lima jenis intervensi untuk mengakselarasi sekolah bergerak satu hingga dua tahap lebih maju dalam kurun waktu tiga tahun ajaran. Berbeda dengan program sekolah model atau sekolah rujukan merupakan program pusat dengan intervensi berupa bimtek, bantuan pemerintah dan ruang lingkup tidak mencakup seluruh kondisi sekolah.
Program sekolah penggerak berbeda dengan program sekolah model atau sekolah rujukan. Di mana program sekolah penggerak merupakan program kolaborasi antara Kemendikbud dengan pemerintah daerah yang terdiri dari lima jenis intervensi yang terintegrasi .
Meliputi, pendampingan konsultatif dan asimetris kepada pemerintah daerah, pelatihan dan pendampingan kepala sekolah dan guru, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah,” ujar Rudianur.
Menurutnya, banyak keuntungan yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan program sekolah penggerak. Diantaranya peningkatan mutu hasil belajar dalam kurun waktu tiga tahun, peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, percepatan digitalisasi sekolah.
“Saya selaku anggota DPRD Kabupaten Kotim sangat menyambut baik dan mengapresiasi banyaknya sekolah yang di daerah ini menjadi sekolah penggerak, karena sekolah penggerak ialah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dan profil Pancasila,” ucap Rudinaur.
Ia juga mengatakan dengan adanya kolaborasi antara Kemendikbud dan pemerintah daerah mutu dari guru dan pembelajaran bagi anak didik lebih meningkat dan terpenuhi, pihaknya mendorong agar program sekolah penggerak yang merupakan program unggulan Kemendikbud Ristek dapat diikuti oleh seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Kotim ini.
“Sebagai wakil rakyat tentu kami akan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan pemkab dan dinas terkait untuk mengoptimalkan peningkatan mutu pendidikan, tentunya pemerintah daerah tidak bisa bergerak sendiri,” tutupnya. (bah/ram/ko)







