Bupati Lamandau Minta Warga Waspadai Karhutla

oleh
oleh
CEK KESIAPAN: Bupati Lamandau H Hendra Lesmana (kanan) saat meninjau sejumlah peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau, beberapa waktu lalu.

“Kepada warga, apabila mengetahui potensi dan terjadinya karhutla agar berkoordinasi dengan pemerintah desa/ pemerintah kecamatan setempat, maupun petugas TNI/Polri terdekat” H Hendra Lesmana Bupati Lamandau

NANGA BULIK-Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengingatkan kepada jajarannya dan juga masyarakat setempat agar mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Lamandau.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Hendra Lesmana, mengingat saat ini memasuki musim kemarau panjang yang saat ini terjadi di kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba tersebut. “Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Kalimantan Tengah, bahwa awal musim kemarau di Kalteng, termasuk di Kabupaten Lamandau berkisar pada bulan Juni dan Juli 2023,” kata Bupati Hendra Lesmana, beberapa waktu lalu.

Bupati mengimbau kepada masyarakat Lamandau agar terus waspada akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah gambut yang rentan terbakar saat cuaca panas.

Baca Juga:  Tari Baigal Pecahkan Rekor MURI, 2.045 Anak PAUD Ikut Tampil

“Kepada warga, apabila mengetahui potensi dan terjadinya karhutla agar berkoordinasi dengan pemerintah desa/pemerintah kecamatan setempat, maupun petugas TNI/Polri terdekat,” jelasnya.

Pihaknya minta peran aktif dari dunia usaha untuk terlibat langsung dalam pencegahan karhutla di daerah melalui program pencegahan oleh perusahaan perkebunan maupun meningkatkan peran serta tim peduli api yang sudah dibentuk di desa-desa sajak jauh-jauh hari.

Bupati mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta mengimbau melalui pesan maupun spanduk-spanduk larangan di sejumlah titik rawan karhutla.

“Kita akan memberikan sanksi tegas jika ada warga yang tidak mengindahkan larangan membuka lahan dengan cara dibakar, berupa sanksi penjara,” tegasnya.

Bupati menambahkan, pihaknya juga menyiapkan layanan khusus untuk penanggulangan karhutla melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau melalui call center darurat bencana dengan nomor telepon 082262121313. (lan/ens/ko)