BUNTOK-Strategi nasional penurunan percepatan stunting kabupaten dan kota seKalteng memperkuat sinergitas lintas perangkat daerah, yang tergabung dalam struktur Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) provinsi, TPPS kabupaten dan kota. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kebupaten Barsel yang berlangsung di di Hotel Aquarius Sampit, Kamis (5/9).
Mewakili Pj Bupati Barito Selatan, Deddy Winarwan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Barsel, Yoga Prasetianto Utomo menjelaskan, penurunan stunting sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa melakukan evaluasi pencapaian.
“Kegiatan Temu Kerja TPPS se Provinsi Kalimantan Tengah, bertujuan untuk memperkuat sinergi antarsektor dalam percepatan penurunan angka stunting di daerah. Acara ini dihadiri oleh berbagai kepentingan pemangku dari seluruh kabupaten kota di Kalimantan Tengah,” jelas Yoga P Utomo.
Kegiatan strategi Nasional juga mencakup berbagai sesi penting, termasuk diskusi panel mengenai percepatan penurunan angka stunting, peluncuran population clock Provinsi Kalimantan Tengah, serta evaluasi kinerja daerah dalam melaksanakan aksi percepatan penurunan stunting.
“Pemkab Barsel juga turut menyampaikan data gizi bermasalah dalam pelaksanaan intervensi serentak penurunan stunting di Kabupaten Barito Selatan. Adanya stunting dikarenakan ibu hamil yang tidak bisa memenuhi gizi semenjak dalam kandungan yaitu 1.000 hari pertama kehidupan,” lanjutnya
Maka dari itu, salah satu upaya pencegahan stunting di Kabupaten Barsel dan Provinsi Kalteng pada umumnya, menjadi salah satu dari lima provinsi terpilih yang menjadi lumbung pangan nasional. Data yang akan dikumpulkan SSGI 2024, dapat digunakan untuk mengevaluasi tercapainya beberapa sasaran intervensi spesifi k dan sensitif untuk menurunkan angka stunting. (ena/ko)







