BUNTOK, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel) mempertegas komitmennya dalam memperkuat pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG). Langkah ini dinilai krusial untuk melahirkan cetak biru pembangunan daerah yang inklusif, dan peka terhadap kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, Ita Minarni, saat membuka Rapat Koordinasi dan Advokasi PUG Tingkat Kabupaten Barsel Tahun 2026 di Aula Bapperida setempat, belum lama ini.
Ita memaparkan, PUG merupakan strategi pembangunan untuk menjamin kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Keduanya harus mendapat porsi yang seimbang dalam hal akses, partisipasi, kontrol, hingga penerimaan manfaat dari seluruh roda pembangunan.
“Pengarusutamaan gender adalah pilar penting bagi pembangunan daerah. Kesetaraan ini merupakan fondasi utama demi mewujudkan masyarakat Barsel yang adil, setara, dan sejahtera,” ujar Ita Minarni.
Melalui rakor dan advokasi ini, Ita meminta, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyatukan langkah. Sinergi antarlini harus diperkuat untuk memastikan setiap regulasi, program, dan kegiatan pembangunan di Bumi Dahani Dahanai tidak lagi bias gender.
“Setiap kebijakan wajib responsif terhadap kebutuhan seluruh warga, baik laki-laki maupun perempuan. Saya mengajak seluruh kepala perangkat daerah meningkatkan komitmen sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan anggaran. Koordinasi lintas sektor harus diperketat agar program lebih terintegrasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Pj Sekda menginginkan, agar konsep kesetaraan gender ini melekat menjadi identitas pembangunan di Barito Selatan. Dia menargetkan, rakor tersebut tidak sekadar menjadi ajang diskusi formalitas, melainkan mampu merumuskan rekomendasi konkret yang bisa langsung dieksekusi oleh seluruh instansi.
“Dengan kerja sama yang solid dan komitmen yang kuat, saya optimistis Kabupaten Barito Selatan mampu menjadi role model daerah yang sukses mengimplementasikan Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan nasional,” pungkasnya. (ena/ko)







