JAKARTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI membandingkan harga minyak goreng (migor) di negara tetangga Malaysia yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga jual Indonesia. Harga minyak goreng di negeri Jiran tersebut hanya Rp8.500 per liternya.
Sedangkan harga jual minyak goreng di Tanah Air Rp14.000 per liter bahkan sempat menyentuh di atas Rp20.000 per liter beberapa waktu lalu. Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi menjelaskan, perbedaan harga tersebut dikarenakan adanya subsidi langsung untuk masyarakat.
Harga minyak goreng sebesar Rp8.500 per liter di Malaysia sudah ada sejak tahun 2016 lalu. LutḀ mengungkapkan, terdapat sebanyak 60 juta liter minyak goreng murah yang disebarkan di pasar Malaysia dengan harga Rp8.500 per liter. Subsidi langsung yang diberikan oleh pemerintah Malaysia sebesar RM 2,5 per liter.
“Di Malaysia sejak 2016 ada satu policy, subsidi langsung ke masyarakat. Dia subsidi untuk 60 juta liter,” kata LutḀ saat rapat bersama Komisi VI DPR RI.
Lutfi menyebut, harga minyak goreng sebenarnya di Malaysia lebih mahal dibandingkan Indonesia. Harganya bahkan mencapai Rp20 ribu per liter atau seharga RM 6,7.
“Sedangkan harga minyak goreng di Malaysia itu per liternya setara RM 6,7, Rp20 ribu per liternya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan kebijakan minyak goreng satu harga menjadi Rp14.000 per liter. Langkah tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menekan harga yang sempat melambung di Rp20.000 per liter bahkan lebih.
Program tersebut sudah berjalan di pasar modern atau supermarket pada 19 Januari lalu. Sementara untuk pasar tradisional, minyak goreng seharga Rp14.000 per liter menyusul pada 26 Januari 2022. (jpg/ko)







