Kalteng Jadi Provinsi yang Pertama

oleh
oleh
DISKUSI : Gubernur Kalimantan Tengah H Sugainto Sabran (kiri) bersama Pakar Pembangunan Karakter Ary Ginanjar Agustian saat diskusi di Aula Jayang Tingang, Kantor Guber-nur Kalteng, Kamis (31/3) lalu.

Menindaklanjuti Peluncuran Core Value ASN BerAkhlak Sesuai Arahan Presiden

PALANGKA RAYA– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah secara resmi telah meluncurkan Core Value Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAkhlak dengn Employer Branding Bangga Melayani Bangsa sekaligus pembukaan workshop kepemimpinan bagi kepala perangkat daerah (PD) lingkup Pemprov Kalteng, Kamis (31/3) lalu.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini, sebagai lang-kah tindak lanjut Pemprov Kalteng terhadap arahan Presiden Joko Widodo, dan Kalteng merupakan provinsi perdana yang melaksanakan tindak lanjut pasca peluncuran oleh Presiden.

Gubernur Sugianto Sabran mengatakan, secara terminologi, akhlak merupakan tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Sehingga akhlak yang baik tercermin pada perangai, tingkah laku, atau tabiat yang baik pula.

“ASN sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat di era saat ini, dimana kemajuan teknologi dan perdaban yang tidak bisa dibendung, sangan sampai membuat identitas dan jati diri tercabut dari akarnya, serta yang paling utama adalah landasan akhlak yang membumi,” katanya.

Sebagai ASN di sektor apapun dia bekerja, landasan akhlak hendaknya menjadi penuntun utama dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan landasan akhlak yang kokoh, niscaya ASN akan terhindar dari perbuatan tercela. Dalam era reformasi birokrasi, perubahan harus dilakukan secara masif, konsekuen dan konsisten.

Baca Juga:  Gubernur Pantau Penyaluran KHBS Tahap Kedua di Palangka Raya

“Guna tercapainya perbaikan dalam segala bidang, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial dan bu-daya,” tegas gubernur.’

Dijelaskannya, reformasi birokrasi merupakan perubahan pola pikir dan budaya kerja dari aparatur negara, yang merupakan upaya pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem dalam peny-elenggaraan pemerintahan. Perubahan menuju birokrasi dinamis tentu tidak bisa diraih dengan cara-cara lama. “Diperlukan perubahan fundamental pada pola pikir dan sikap mental ASN yang tadinya hierarkis, menjadi lebih lincah dan inovatif,” tegasnya.

Menurut gubernur, Presiden menegaskan bahwa setiap ASN di mana pun bertugas, sudah seharusnya memegang teguh nilai-nilai dasar serta semboyan yang sama, sehingga dapat menjadi pondasi budaya kerja ASN yang profesional. Agar implementasi undang-undang dan peraturan pemerintah terkait manajemen pegawai negeri sipil dapat berjalan maksimal.

Sebagai pengejawantahan nilai ASN yang BerAkhlak, gubernur mengajak seluruh ASN di Kalteng agar memiliki orientasi yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan, terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.

“Saling peduli dan menghargai perbedaan yang ada, berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, terus berinovasi serta membangun kerja sama yang sinergis,” pungkasnya. (abw/ens/ko)