Ayo, Jaga Kalteng Selalu Kondusif

oleh
oleh
RUTIN KOMUNIKASI : Faridawaty Darland Atjeh bersama anggota fraksi NasDem usai bersilaturahmi dan bincang santai dengan awak media.

“Jangan membuat komentar atau statemen yang dapat menjadikan pihak lain tersinggung, tapi hendaknya menyosialisasikan kepada masyarakat dengan cara-cara yang santun, elegan dan bermartabat”

Faridawaty Darland Atjeh Wakil Ketua II DPRD Kalteng

PALANGKA RAYA-Menjelang pemilu 2024, suasana kondisif perlu dijaga agar tidak terjadinya gesekan antar kelompok. Seruan itu diucapkan Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Faridawaty Darland Atjeh.

Ia menjelaskan beberapa partai saat ini sedang mulai penjaringan bakal calon legislatif. Karena sesuai dengan jadwal pencalonan anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/ kota akan dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) 24 April 2023 – 25 November 2023 mendatang.

“Kondisi politik kita di nasional saat ini cukup menarik, karena beberapa partai politik sudah ada yang deklarasikan, namun itu masih secara umum hingga pendaftaran presiden oleh KPU dibuka,” tegas Faridawaty yang juga merupakan ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Kalteng kepada awak media di Gedung DPRD Kalteng, Senin (30/1).

Dengan kondisi tersebut Farida berharap tidak mengganggu kondusif yang ada di Kalteng. Ia juga memaklumi adanya perbedaan pilihan atau pandang, hal itu ia gambarkan bahwa hal itulah sebagai bentuk wajah kebhinekaan.

Baca Juga:  Okki Maulana Razak Optimistis Ekraf Lokal Kalteng Tembus Pasar Nasional

“Walaupun demikian, kita berharap tidak mempengaruhi situasi kondisif yang ada di Kalteng, kan kita tau berbeda pendapat meru pakan hal yang lumrah, akan tetapi jangan sampai hal tersebut membuat kita saling bergesekan,” ucapnya.

Dewan dari Daerah Pemilihan I ini menjelaskan bahwa di daerah Kalteng merupakan daerah yang tergolong rawan rendah diban dingkan dengan 34 Provinsi yang ada di Indonesia.

Maka dari itu ia bersyukur sepanjang sejarah tidak pernah terjadi konfl ik yang melibatkan perpecahan di Bumi Tambun Bungai.

“Saat saya rasa masyarakat sudah semakin cerdas dan dewasa dalam menyikapi perbedaan, kerawanan tersebut hendaknya menjadikan semua pihak berpartisipasi dalam menciptakan suasana yang damai dan aman,” tegas Faridawaty.

Dan ia berharap juga elite politik baik dipusat hingga daerah, hendaknya lebih bijak dan santun dalam mensosialisasi atau berkampanye, jangan ada statemen atau komentar yang menyudutkan pihak tertentu, walaupun ada perbedaan panda ngan dan dukungan. Sebab jika salah dalam penyampaian atau sosialisasi, tidak menutup kemungkinan akan menjadi pemicu yang dapat memprovokasi masyarakat.

“Jangan membuat komentar atau statemen yang dapat menjadikan pihak lain tersinggung, tapi hendaknya mensosialisasikan kepada masyarakat dengan cara-cara yang santun, elegan dan bermar tabat,” tegas Faridawaty. (irj/ram/ko)