Perlu Perhatian Serius dalam Menangani Bencana

oleh
oleh

PALANGKA RAYA-Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Siti Nafsiah mengatakan, penanganan kebencanaan di wilayah Kalteng perlu perhatian serius dari pemerintah daerah. Menurutnya, dalam penanganan bencana seperti banjir harus diatasi secara komprehensif dengan solusi terbaik.

Nafsiah mengatakan, dalam pengambilan keputusan untuk mengatasi banjir tidak bisa bersifat parsial. Apalagi dalam melakukan normalisasi daerah aliran sungai (DAS), tidak bisa hanya mengatasi pada bagian aliran sungai saja, tapi di daerah bagian hulu sungai juga harus diperhatikan.

“Untuk menghadapi hal ini harus ada sinergi dari pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten/kota. Diperlukannya sinergi dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah dan masyarakat untuk atasi bencana banjir. Jadi tidak hanya mengharapkan salah satu pihak saja,” katanya.

Politikus dari Fraksi Golkar ini mengatakan, urgensi penanganan dan antisipasi bencana merupakan hal yang harus diselesaikan. Sebab, jika dibiarkan dapat berpengaruh pada penurunan kualitas hidup masyarakat, mengancam keberlangsungan aktivitas perekonomian, maupun indikasi peningkatan kemiskinan.

Baca Juga:  HMI Diminta Berkolaborasi Dukung Kemajuan Kalteng di Milad ke-79

“Misalnya saja di Kota Palangka Raya yang mengalami banjir beberapa hari kemarin.

Pemerintah harus hadir dengan suatu kajian yang mendalam, untuk bisa mengatasi banjir yang masih terdapat di beberapa titik wilayah Kota Palangka Raya ini, sehingga ke depannya masyarakat merasa aman,” ucapnya.

Anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) I ini juga berharap, persoalan banjir jangan sampai hanya menjadi tontonan. Karena tiap musim hujan, banjir terjadi.

Untuk itu, harus ada perhatian khusus dan upaya serius dari pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan masalah bencana tersebut.

“Bencana ini merupakan masalah serius yang memang harus ditangani dengan baik.

Sebab ketika terjadi dampaknya sangat serius, khususnya soal kesehatan masyarakat.

Sebab, ketika banjir terjadi itu membawa timbunan sampah, yang berpotensi menggangu kesehatan warga karena air yang terkontaminasi bakteri,” pungkasnya. (irj/ens/ko)