Perlu Pemberdayaan UMKM Berkesinambungan

oleh
oleh

“Program dan visi-misi gubernur Kalteng dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM sebenarnya sudah sangat baik. Hanya saja, saya melihat implementasi yang seharusnya dilaksanakan oleh instansi dinas teknis itu masih kurang optimal”

Bryan Iskandar Anggota DPRD Kalteng

PALANGKA RAYA-Di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), memiliki peluang besar sebagai peredam gejolak ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh karenanya, UMKM di Kalteng perlu diberdayakan secara berkesinambungan.

Hal ini disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Bryan Iskandar.

Ang gota dewan dari Fraksi Nasdem ini mengakui bahwa pihaknya sa ngat mendukung upaya pemerintah provinsi (pemprov) melalui program dan visi misi gubernur dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Hanya saja, setiap program tersebut perlu diimplementasikan dengan lebih maksimal lagi.

“Program dan visi-misi gubernur Kalteng dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM sebenarnya sudah sangat baik. Hanya saja, saya melihat implementasi yang seharusnya dilaksanakan oleh instansi dinas teknis itu masih kurang optimal,” katanya.

Masyarakat sejauh ini, menurut Bryan, sudah sangat baik dalam mengemas ide yang cukup bervariatif dalam rangka memulai usaha.

Baca Juga:  Okki Maulana Razak Optimistis Ekraf Lokal Kalteng Tembus Pasar Nasional

Namun mengembangkan dan mempertahankan usaha itu yang masih belum maksimal, sehingga cukup banyak pelaku usaha yang kesulitan, hingga akhirnya gagal untuk berkembang.

“Hal itu tentu sangat disayangkan.

Makanya, kami mendorong supaya pemprov dapat mengoptimalkan program pemberdayaan, seperti tersedianya pusat layanan usaha terpadu koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah di bawah Dinas Koperasi dan UKM itu perlu dimaksimalkan lagi,” tegasnya.

Wakil rakyat itu berharap, dengan optimalisasi program dan pemberdayaan UMKM secara berkesinambungan ke depannya akan terbentuk sektor UMKM milik masyarakat yang lebih stabil.

Sehingga Kalteng dapat lebih siap dalam menghadapi ancaman gejolak ekonomi, baik resesi global maupun infl asi.

“Kami harap ke depan akan tumbuh para pelaku usaha yang telah memiliki berbagai kemampuan untuk pengembangan usaha. Melalui cara ini, diharapkan kita dapat menghadapi resesi ekonomi dan akan terciptanya lapangan kerja baru,” tegasnya.

Dengan banyaknya lapangan pekerjaan baru, menurut Bryan, tentunya daya beli masyarakat pun akan bertambah. Sehingga inflasi juga akan turut menurun dan masyarakat, terutama pelaku usaha bisa sejahtera. (irj/ens/ko)