MUARA TEWEH–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) di ruang rapat dewan setempat, Rabu (1/3).
RDP tersebut dihadiri sebelas anggota dewan yang dipimpin Ketua DPRD Barito Utara Ir Hj Mery Rukaini MIP didampingi Wakil Ketua I Parmana Setiawan ST dan Wakil Ketua II Sastra Jaya serta anggota lainnya serta dihadiri Kepala Dinas Kesehatan H Siswandoyo bersama jajarannya.
Dalam RDP tersebut, anggota dewan minta tenaga kesehatan (nakes) yang berada di pedesaan agar memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dan masyarakat bisa terlayani dengan baik. Untuk itu, perlu penataan terkait nakes dan peralatan pendukung pelayanan kesehatan di pedesaan.
Memang saat ini, menurut anggota DPRD Barito Utara Henny Roosgiaty, setiap desa ada puskesmas pembantu (pustu), namun masih ada kekurangan peralatan kesehatan.
“Tapi ini tidak menyeluruh di semua pustu dan hendaknya untuk wilayah dekat pelayanan, dapat dipenuhi atau ditingkatkan lagi layanan kesehatannya,” tegas Henny Rosgiati.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara H Siswandoyo mengatakan, tenaga kesehatan dan peralatan di puskesmas sudah sesuai kebutuhan. Namun untuk pustu masih mengalami kendala, terutama peralatan yang belum memadai.
Oleh karena itu, lanjut Siswandoyo, dia meminta dukungan DPRD dalam upaya menambah fasilitas 83 pustu yang ada di wilayah Kabupaten Barito Utara. “Alhamdulillah untuk tahun ini kita mendapat anggaran untuk operasional pustu,” kata Siswandoyo.
Selain itu, Dinas Kesehatan akan membuat perencanaan di setiap pustu yang ada di daerah ini, sehingga nantinya dapat melayani seluruh lapisan masyarakat. Selain itu juga untuk insentif tenaga kesehatan, agar bisa sama seperti di perkotaan.
“Memang sebelumnya ada insentif untuk wilayah terpencil. Tapi sekarang sudah dihapus. Diharapkan nantinya ada lagi insentif bagi tenaga kesehatan yang bertugas di pedesaan,” pungkasnya. (noy*/ens/ko)







