PALANGKA RAYA-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah dari Fraksi Gabungan, Sirajul Rahman, yang merupakan wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Kalteng IV yang meliputi Kabupaten Barito Selatan, Barito Utara, Barito Timur dan Murung Raya menyampaikan hasil reses perseorangan yang dilaksanakan di Kelurahan Tumbang Kunyi, Kecamatan Sumber Barito, Kabupaten Murung Raya, beberapa waktu lalu.
Sirajul mengungkapkan, sejak awal berdirinya Kabupaten Murung Raya, sampai sekarang ini usianya kurang lebih 21 tahun, masyarakat Kelurahan Tumbang Kunyi, Kecamatan Sumber Barito, Kabupaten Murung Raya masih belum bisa menikmati layanan listrik yang dapat terus menyala 24 jam.
“Masyarakat di Kelurahan Tumbang Kunyi sampai sekarang ini memang sangat mendambakan adanya sambungan jaringan listrik dari PLN yang dapat terus menyala 24 jam. Namun, kendalanya infrastruktur jalan penghubung menuju daerah hulu Barito tersebut masih belum ada, sehingga ini pula yang menjadi alasan bagi PLN masih belum bisa membangun jaringan tiang listrik menuju daerah tersebut,” kata Sirajul, Selasa (5/9).
Pria yang juga sebagai ketua DPW PKS Kalteng ini mengatakan, adanya kondisi demikian, tentunya memerlukan perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya, supaya dapat saling bersinergi untuk membangun infrastruktur jalan tembus menuju Kelurahan Tumbang Kunyi.
“Pasalnya, apabila infrastruktur jalan penghubung menuju Kelurahan Tumbang Kunyi dapat terbangun, maka otomatis jalan itu juga akan menghubungkan beberapa daerah yang ada sekitarnya,” ujarnya.
Tidak hanya di Kelurahan Tumbang Kunyi, Sirajul mengatakan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan layanan listrik dari PLN yang dapat menyala 24 jam juga datang dari masyarakat Desa Tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito. Warga setempat juga mengusulkan hal yang sama.
“Ya, apabila infrastruktur jalan penghubung sudah bisa terbangun sampai ke hulu Barito, maka desa-desa yang ada di daerah sekitar pun akan merasakan hal yang sama. Untuk itu, saya sangat berharap pemerintah daerah dapat memasukan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi maupun kabupaten,” tegasnya. (ko)






