Program TNI TMMD ke-119 tahun 2024 dilaksanakan serentak se-Indonesia, termasuk di Kabupaten Gumas, Kalteng. Adapun tema TMMD ke-119 tahun ini yakni “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah.”
Kolonel Czi Wiwid Wahyu Hidayat menyebut, ada 3 sasaran TMMD ke-119 yang dilaksanakan Kodim 1016/Plk. Yakni sasaran fisik, sasaran tambahan, dan sasaran nonfisik. Sasaran fisik dan tambahan berupa peningkatan badan jalan poros Desa Bangun Sari menuju Desa Bumi Harjo dengan jarak 1,6 kilometer dan lebar 6 meter, rehabilitasi bangunan SDN Bangun Sari, serta pengadaan sarana air bersih untuk kebutuhan masyarakat Desa Bangun Sari.
“Selain itu, juga ada perpaduan program unggulan KASAD dengan kegiatan TMMD reguler yaitu sumur bor untuk warga sekitar, penanaman jagung untuk ketahanan pangan, perehaban satu unit rumah tidak layak huni, rehab Musala Nurul Huda, penanam pohon, bantuan nutrisi bagi anak stunting dan warga kurang mampu, serta pemberian bibit jagung bagi petani dan bantuan bibit ayam sejumlah 1.000 ekor untuk ketahanan pangan,” bebernya.
Selain sasaran fisik, lanjut Dansatgas, sasaran nonfisik dalam beberapa kegiatan berupa penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan kamtibmas, bahaya narkoba, penyuluhan tentang hukum, stunting, dan posyandu, posbindu PTM, pencegahan DBD, pelayanan KB gratis, serta sosialisasi tentang rekrutmen prajurit TNI. Kegiatan nonfisik juga dinilai penting dalam mendukung kemajuan Desa Bangun Sari. Karena pada dasarnya, semua kegiatan fisik maupun nonfisik itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaan untuk mengejar target sasaran, kadang kala terkendali cuaca. Dalam beberapa hari, bahkan hampir dua minggu, Desa Bangun Sari selalu diguyur hujan. Itu sangat menghambat akselerasi pembangunan jalan. Dalam kondisi seperti itu, peran Dansatgas sangat vital, untuk tetap menjaga moral anggota. Dansatgas memerintahkan anggotanya untuk tetap bersabar, seraya bermohon kepada Tuhan agar diberi kemudahan dan kelancaran.
“Apabila hujan datang, para anggota dapat memaksimalkan pengerjaan sasaran lain, seperti penggalian sumur bor dan rehab bangunan sekolah. Apabila cuaca bagus lagi, segera maksimalkan pembangunan jalan. Lembur adalah satu-satunya solusi yang efektif. Maksimalkan semua alat dan sumber daya yang ada,” tandasnya.
Setelah beberapa hari disiasati dengan pola tersebut, di penghujung tenggat waktu pelaksanaan TMMD, ada hasil yang menggembirakan. Jalan sudah terlihat rapi. Gedung sekolah sudah tampak berbeda dari sebelumnya. Air bersih sudah mengalir deras ke sarana umum dan rumah warga. Begitu pun dengan perehaban musala dan RTLH.
Sementara itu, pada saat kunjungan wassev, Brigjen TNI Kokom Komir secara tegas mengapresiasi pemilihan sasaran dan progres pembangunan.
“Saya selaku ketua tim wassev mengapresiasi pemilihan sasaran pokok TMMD ke-119 Kodim 1016/Plk yaitu pembangunan jalan penghubung dua desa, perehaban sekolah, dan pembangunan sarana air bersih. Ditambah beberapa sasaran tambahan seperti pembangunan RTLH, pemberian bantuan bibit ayam dan jagung untuk ketahanan pangan, serta perehaban musala. Itu merupakan isyarat bahwa Dansatgas berkomitmen tinggi untuk memantapkan kehadiran TNI AD yang selalu memberi manfaat dan solusi bagi rakyat. Tentu kami juga sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas dan stakeholder terkait yang telah membantu dan berkolaborasi menyukseskan kegiatan TMMD ini,” tandasnya.
Terpisah, Bupati Gumas Jaya S Monong melalui Wakil Bupati Efferensia L.P. Umbing memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Kodim 1016/Plk, yang telah melaksanakan kegiatan TMMD di Desa Bangun Sari. “Mari kita tingkatkan terus kerja sama untuk membangun Gunung Mas, untuk mewujudkan Gunung Mas yang sejahtera,” tuturnya.
Dalam era masa kini, kerja sama adalah kunci untuk mencapai tujuan, yang berdasarkan pada prinsip kemaslahatan bersama. TMMD reguler ke-119 Kodim 1016/Plk tahun 2024 di Desa Bangun Sari merupakan cerminan kuatnya jalinan kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, media, dan stakeholder lain yang tersimpul kuat dalam skema pentahelix. (kodim1016/plk/ce/ala/ko)







