Harus Mampu Berinovasi Dalam Pengembangan Kota Palangka Raya

oleh
oleh

SEBULAN terakhir, nama Prof Andrie Elia menghiasi berbagai platform media. Ia digadang-gadang sebagai figur kuat yang dijagokan pada pemilihan wali kota (pilwakot) periode 2024-2029. Momentum ini menjadi kesempatan bagi Prof Andrie Elia mengaplikasikan pengalaman dan pemikirannya sebagai akademisi untuk menyejahterakan rakyat. Hal itu ia ungkapkan saat berbincang-bicang dalam acara Podcast Ruang Redaksi Kalteng Pos, Rabu (5/6).

Dalam acara podcast yang akan tayang di kanal YouTube Kalteng Pos itu, Prof Andrie Elia mengutarakan kesiapannya maju ke Pilwakot Palangka Raya. Pakar Ekonomi itu mengungkapkan, membangun Kota Cantik – julukan Palangka Raya bukan melalui investor, tetapi bagaimana pemimpinnya mampu berinovasi dalam pengembangan kota.

Ungkapan Prof Andrie itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, Kota Palangka Raya merupakan daerah yang minim sumber daya alam (SDA). Palangka Raya memiliki lahan yang marjinal. Tidak ada perkebunan, tambang, dan SDA yang tipis. Karena itu, perlu gagasan konkret untuk bisa menyejahterakan masyarakat. Dari 500 lebih kota di Indonesia, Palangka Raya itu kota yang unik. SDA-nya tipis, penduduknya juga tidak terlalu banyak, padahal luas wilayahnya lebih dari Jakarta.

“Saya mempelajari teori dan itu yang saya serap selama ini. Keinginan saya, teori itu tidak hanya setop di saya untuk saya ajarkan kepada mahasiswa, tapi bagaimana saya bisa menerapkan teori itu dalam kebijakan Pemerintah Kota Palangka Raya. Maka dari itu saya memutuskan untuk maju pada pilkada kota tahun ini,” tutur Andrie Elia saat berbincang dengan host, Rabu (5/6).

Perjalanan karier Andrie Elia di dunia pendidikan tidak diragukan lagi. Sudah banyak SDM yang berhasil dibentuk melalui profesinya itu. Kini ia ingin membangun SDM yang lebih luas lagi melalui kebijakan yang telah ia rancang sejak jauh hari, mewujudkan masyarakat Palangka Raya yang sejahtera dan damai. Sejauh ini jargon Kota Palangka Raya adalah Kota Cantik.

Baca Juga:  Alat Berat Tabrak Tiang, Listrik Padam Bikin Warga Resah

Menurut mantan rektor UPR itu, jika dirinya berhasil menduduki jabatan kepala daerah, ia ingin jargon Kota Palangka Raya diubah menjadi Kota Cantik dan Elok. “Cantik itu yang seperti apa, tidak cukup hanya cantik, perlu elok juga,” tegasnya.

Pria kelahiran 12 Agustus 1959 itu mengaku perjalanan kariernya di dunia pendidikan juga memacunya untuk menjadi wakil wali kota. Dimana ia sangat mendalami tridharma perguruan tinggi; pendidikan, pengajaran, serta penelitian dan pengabdian kepada masyrakat. “Pendidikan, pengajaran, penelitian, sudah saya laksanakan selama ini, bahkan pengabdian kepada masyarakat pun juga sudah. Namun kini saya ingin mengabdikan diri ke lingkup yang lebih luas lagi dengan teori-teori yang saya miliki,” ungkapnya.

Menurutnya, Palangka Raya bisa menjadi kota jasa, kota pendidikan, bahkan kota kesehatan. Palangka Raya memiliki lahan yang luas dan kosong. Menurutnya itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi. Selain itu, Palangka Raya tidak boleh hanya menggunakan DAK dan DAU yang bergantung dengan pemerintah pusat.

“Palangka Raya punya potensi untuk menjual karbon, karena potensi gambut yang bagus. Itu bisa dijual keluar negeri. Sehingga kita tidak perlu mendapatkan penghasilan dari eksploitasi tambang dan kayu. Kita bisa menjual itu (karbon). Di sisi lain, dengan kita memelihara hutan dan sungai, Palangka Raya bisa menjadi kota penyangga paru-paru dunia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perlu ada kebijakan kepundudukan dengan mengundang penduduk dari luar kota berekonomi tinggi. Dengan perpindahan itu, masyarakat Kota Palangka Raya makin meningkat dan perputaran perekonomian pun makin tinggi. Pemikiran inilah yang ingin disumbangkan oleh Andrie Elia untuk membangun Kota Palangka Raya. (ko)