MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara menggelar forum koordinasi lintas instansi dalam rangka percepatan pendataan lahan untuk pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah itu menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam merealisasikan program strategis nasional yang berakar dari desa, sebagai langkah konkret mewujudkan pemerataan ekonomi rakyat.
Forum strategis ini dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, dan Inspektur Daerah Rakhmat Muratni selaku pimpinan rapat. Hadir pula perwakilan Kodim 1013/Muara Teweh, serta sejumlah kepala dinas terkait seperti ATR/BPN, Perkimtan, dan PUPR. Seluruh camat se-Kabupaten Barito Utara turut ambil bagian dengan menyampaikan langsung laporan kesiapan wilayah masing-masing.
Dalam arahannya, Inspektur Daerah Rakhmat Muratni menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 dan 17 Tahun 2025. Ia memaparkan bahwa hingga kini sudah terdapat 44 desa dan kelurahan yang menyatakan kesiapan menyediakan lahan untuk pembangunan KDMP.
“Proses pendataan dan persiapan dilakukan secara sinergis dengan Kodim 1013/Muara Teweh agar akurasi dan kecepatan pelaksanaan dapat terjamin,” ujar Rakhmat Muratni.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Drs. Muhlis menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor yang solid. Ia menyebut, Pemkab Barito Utara memberikan dukungan penuh mengingat koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi desa.
“Diperlukan kolaborasi nyata antara perangkat daerah yang membidangi pemberdayaan masyarakat, koperasi, dan pertanahan agar hasilnya optimal,” tegas Sekda Muhlis.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menambahkan bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi gerakan kolektif untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan yang berpusat di desa.
“Koperasi Merah Putih harus menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat, tempat bernaungnya pelaku UMKM, petani, dan pengrajin,” ujarnya penuh semangat.
Lebih lanjut, Felix Sonadie menyoroti pentingnya pembangunan aspek non-fisik, seperti mentalitas kewirausahaan, sistem manajemen koperasi yang profesional, serta komitmen moral dari seluruh pihak.
“Pembangunan fisik harus diiringi dengan pembangunan mental, sistem manajemen, dan komitmen moral dari semua pengurus dan anggota koperasi,” imbuhnya.
Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap dapat menghasilkan peta jalan (roadmap) dan rencana kerja terukur untuk mempercepat pendirian KDMP di seluruh wilayah Barito Utara. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan perangkat desa diharapkan menjadi katalisator lahirnya kemandirian ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan.(ren/ko)







