Yetty Indriana Dorong Peningkatan Kesadaran Perempuan terhadap Pencegahan Kanker Serviks di Kapuas

oleh
oleh
Anggota DPRD Kapuas, Yetty Indriana.
Anggota DPRD Kapuas, Yetty Indriana.

KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Anggota DPRD Kapuas Yetty Indriana mengapresiasi kegiatan Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim menggunakan metode HPV DNA dan IVA (Co-Testing) yang digelar di Kantor Kelurahan Palingkau Baru oleh TP PKK Kapuas.  Ia menilai, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, mengenai pentingnya pencegahan kanker serviks sejak dini.

Menurut Yetty, edukasi yang diberikan melalui program tersebut diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat tentang bagaimana menjaga kesehatan reproduksi dan mengenali faktor risiko kanker leher rahim.

“Pencegahan harus dimulai dari pengetahuan. Ketika perempuan memahami pentingnya pemeriksaan berkala, maka peluang deteksi dini semakin besar sehingga penanganan dapat lebih cepat dan efektif,” ujar Yetty.

Selain itu, Yetty menilai kegiatan deteksi dini yang dilakukan secara langsung di lingkungan masyarakat seperti di kelurahan merupakan pendekatan yang sangat efektif. Banyak perempuan yang selama ini enggan atau tidak sempat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Sehingga, lanjutnya, pelayanan jemput bola seperti ini mampu meningkatkan jumlah peserta skrining secara signifikan. “Ketika layanan dibawa lebih dekat, hambatan jarak, biaya, maupun rasa sungkan dapat diminimalkan,” katanya.

Menurutnya, kader PKK adalah ujung tombak yang berperan besar dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat karena memiliki kedekatan langsung dengan warga di tingkat kelurahan dan desa.

Baca Juga:  DPRD Kapuas Dorong Usulan Prioritas Musrenbang Masuk RKPD 2027

Yetty menegaskan bahwa kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Namun penyakit ini sesungguhnya dapat dicegah melalui vaksinasi HPV, perilaku hidup sehat, serta pemeriksaan rutin seperti IVA dan HPV DNA. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan organisasi seperti TP PKK sangat penting untuk memperluas jangkauan edukasi dan layanan pemeriksaan.

Lebih jauh, Yetty menekankan pentingnya tindak lanjut setelah pemeriksaan. Ia berharap hasil skrining dapat segera ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan, terutama bagi peserta yang memerlukan pemeriksaan lanjutan atau penanganan medis.

“Deteksi dini harus dibarengi dengan pendampingan. Jangan sampai ada warga yang bingung atau tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah menerima hasil pemeriksaan,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan fasilitas dan kapasitas layanan deteksi dini kanker, baik dari sisi tenaga kesehatan, alat pemeriksaan, maupun program edukasi berkelanjutan. Dengan dukungan yang kuat, ia meyakini upaya eliminasi kanker leher rahim dapat menjadi program kesehatan prioritas yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kapuas. (art/ko)