BUNTOK, Kaltengonline.com – Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, menghadiri kegiatan Penilaian Kinerja Stunting Kabupaten/ Kota se-Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Rabu lalu. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Te ngah Nomor: 0007.7.5/415/V/Bapperida/ 2026 tertanggal 23 April 2026.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kalteng, Aisyah Th isia Agustiar Sabran menyampaikan pelaksanaan rapat koordinasi daerah (Rakorda) ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung program prioritas nasional, sekaligus mewujudkan visi Kalteng Berkah dan Kalteng Maju menuju Indonesia Emas 2045.
“Capaian penurunan stunting di Kalteng menunjukkan tren positif, dari 27,4 persen pada 2021 menjadi 22,1 persen pada 2024. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 20,6 persen pada 2025 dan 18,80 persen pada 2026. Hal ini patut disyukuri, namun perlu upaya yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan,” jelas Aisyah Th isia Agustiar Sabran.
Persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup, produktivitas, serta daya saing daerah, terutama dalam menghadapi bonus demografi dan tantangan penuaan penduduk.
Aisyah juga menekankan peran strategis Program Bangga Kencana dalam pembangunan keluarga sepanjang siklus kehidupan, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Sejumlah program prioritas pun terus diperkuat, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pemanfaatan platform digital, program pemberdayaan lansia (SIDAYA), hingga Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, menyusui, dan balita,” tambah Aisyah Th isia Agustiar Sabran.
Wakil Bupati Barsel, Khristianto Yudha menyampaikan pembahasan yang dipaparkan Ketua TP PKK Provinsi Kalteng bahwa prevalensi stunting di Kalteng turun dari 23,5 persen pada 2023 menjadi 22,1 persen pada 2024.
Penurunan ini patut disyukuri, namun dengan target 18,8 persen pada 2026, diperlukan upaya yang lebih optimal.
“Pentingnya peningkatan kualitas data melalui monitoring dan evaluasi, pengukuran 31 indikator layanan, serta evaluasi realisasi anggaran. Selain itu, masih terdapat indikator yang perlu menjadi perhatian, seperti tingginya persentase kehamilan tidak diinginkan yang berkaitan dengan upaya penurunan stunting,“ kata Khristianto Yudha.
Wakil Bupati Barsel juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor.
Pemkab Barito Selatan akan terus menyusun strategi bersama untuk meningkatkan capaian program, guna mewujudkan Barito Selatan yang maju, mandiri, dan sejahtera serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (ena/ans/ko)







