Pupuk Kaltim Perkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Lewat Program Agrosolution di Bone Bolango

oleh
oleh

Skema penguncian harga di awal masa tanam memungkinkan petani memprediksi perolehan hasil panen sejak dini, sehingga memberikan kepastian pendapatan dan rasa aman dalam menjalankan usaha tani.

“Kami harap program Agrosolution dapat diimplementasikan di wilayah lain. Untuk itu, kami memohon dukungan pemerintah daerah agar program ini bisa berkembang lebih luas. Semoga program ini dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Komisaris Independen Pupuk Kaltim Mustofa, menjelaskan pendekatan Project Agrosolution dilakukan secara menyeluruh dengan mendampingi petani sejak tahap awal budidaya hingga pascapanen. Pendampingan mencakup analisis kondisi lahan, rekomendasi pemupukan, pengawalan proses tanam, hingga dukungan pemasaran hasil panen agar petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik.

“Program ini akan mendampingi petani mulai dari analisis lahan, pemupukan, hingga pemasaran hasil panen,” kata Musthofa.

Dia menambahkan, pola pendampingan terintegrasi tersebut diharap dapat meningkatkan efisiensi usaha tani, sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam mengelola budidaya jagung secara berkelanjutan.

“Kami harap program ini dimanfaatkan optimal oleh para petani, sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas dan pengetahuan budidaya,” tandasnya.

Baca Juga:  Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu per Kilogram, Pembeli di Pasar Kobar Mulai Kurangi Belanja

Dalam implementasinya, Agrosolution juga memberi kepastian pasar bagi petani, melalui skema penguncian harga hasil panen sejak awal masa tanam. Langkah tersebut dinilai krusial, untuk menjaga stabilitas pendapatan petani saat panen tiba.

“Harga hasil jagung telah dikunci di depan untuk memastikan petani mendapatkan harga yang adil saat panen,” lanjut Mustofa.

Dirinya optimistis, model kemitraan yang diterapkan melalui Agrosolution dapat direplikasi daerah lain di Indonesia, sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian nasional.

“Kami percaya dengan dukungan tepat, program ini dapat diadopsi di daerah lain, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” ungkap Musthofa.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan SDA Setda Bone Bolango, Yusbar Ismail, mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di daerah. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan sektor pangan nasional.

“Kami akan terus mendukung inovasi dan langkah strategis Pupuk Kaltim dalam meningkatkan sektor pertanian nasional,” tutur Yusbar.(*)