Usaha Kuliner Palangka Raya Tumbuh Pesat, DPRD Minta Pendampingan UMKM Diperkuat

oleh
oleh
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, menyampaikan sambutan, baru-baru ini.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, menyampaikan sambutan, baru-baru ini.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pesatnya perkembangan tren kuliner di Kota Palangka Raya dinilai menjadi peluang emas dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Potensi besar ini, mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro.

Jati mencermati, saat ini industri kuliner di Kota Cantik terus menunjukkan tren positif. Berbagai varian usaha mulai dari makanan tradisional, kafe estetis, hingga kuliner kreatif yang digandrungi generasi muda makin menjamur dan mendapat respons positif dari pasar.

Menurutnya, dinamika ini harus direspons cepat oleh pemerintah kota (Pemkot) melalui dukungan regulasi dan fasilitas yang konkret.  “UMKM kuliner sudah terbukti tangguh dalam menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan roda ekonomi di tingkat bawah,” ujar Jati, Minggu (24/5).

Politisi Partai Gerindra ini menyebutkan, intervensi pemerintah yang paling mendesak saat ini adalah, perluasan akses promosi pemasaran serta penyederhanaan birokrasi perizinan usaha. Legalitas yang mudah akan mendorong pelaku UMKM naik kelas menjadi lebih profesional.

Keberadaan sektor ini, lanjut Jati, tidak sekadar menjadi bantalan ekonomi keluarga bagi pelakunya, tetapi juga berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif.

Kendati demikian, ia mengingatkan, aspek produk juga harus diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh sebab itu, program pelatihan manajemen usaha dan pendampingan berkala wajib dilakukan secara berkesinambungan.

Di era modern ini, Jati juga menantang para pelaku usaha kuliner lokal untuk lebih adaptif, terhadap perkembangan teknologi informasi. Langkah go digital dianggap sebagai strategi mutakhir untuk bertahan dan memenangkan persaingan pasar.

“Pemanfaatan teknologi sangat krusial, terutama dalam pemasaran digital. Dengan memaksimalkan media sosial dan platform pemesanan online, pelaku UMKM kuliner kita bisa melipatgandakan omzet sekaligus menjangkau pangsa pasar yang jauh lebih luas,” pungkas Jati. (ham/ko)