Pemkab Siapkan Hunian Sementara bagi Guru Terdampak
SAMPIT, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bergerak cepat menangani musibah kebakaran yang terjadi di Jalan H Imran Gang Merpati, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu (23/5). Wakil Bupati Kotim, Irawati turun langsung meninjau lokasi sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
“Atas nama pemerintah daerah dan mewakili Bupati Kotim H. Halikinnor, hari ini kami datang untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terkena musibah kebakaran di Jalan H Imran Gang Merpati,” ujar Irawati di sela peninjauan.
Dalam peristiwa tersebut, satu rumah warga dan dua rumah dinas guru hangus terbakar. Selain itu, dua rumah lain turut terdampak. Kondisi itu membuat pemerintah daerah segera menyiapkan langkah darurat, khususnya bagi tenaga pendidik yang kehilangan tempat tinggal.
Irawati mengatakan, Pemkab Kotim tengah mencarikan rumah dinas kosong yang bisa dimanfaatkan sementara oleh para guru korban kebakaran. Ia juga langsung meminta dinas terkait mendata rumah dinas yang tidak lagi ditempati ASN aktif maupun rumah yang telah ditinggalkan pensiunan.
“Untuk rumah dinas guru yang terbakar, kami sudah mencari alternatif. Saya minta dinas terkait segera mendata rumah dinas kosong atau rumah yang sudah ditinggalkan ASN pensiun,” katanya.
Menurut dia, keberadaan rumah dinas yang masih ditempati pensiunan ASN menjadi salah satu kendala dalam penyediaan hunian bagi guru aktif. Dari pendataan awal, terdapat lima unit rumah yang akan dicek kondisi serta kelayakannya sebelum ditempati korban.
“Saat ini masih ada rumah dinas yang ditempati ASN pensiun. Tadi sudah ada lima unit yang didata, namun tetap akan kami cek kondisi dan kelayakannya terlebih dahulu,” jelasnya.
Meski berada dalam kondisi sulit, dua kepala keluarga yang merupakan tenaga pendidik menyatakan siap menempati hunian sementara apa pun bentuknya, selama layak untuk berteduh dan beristirahat.
“Korban tadi menyampaikan mereka menerima tempat tinggal sementara apa adanya, yang penting bisa digunakan untuk tidur dan berlindung. Nanti akan terus didampingi oleh kepala dinas dan bidang terkait,” ungkapnya.
Sementara itu, bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak akan diusulkan melalui Dinas Pekerjaan Umum setelah dilakukan kajian bersama pihak kelurahan dan kecamatan.
“Untuk bantuan rumah warga biasanya diusulkan melalui PU. Namun tentu harus melalui kajian terlebih dahulu dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” terangnya.
Irawati menambahkan, salah satu rumah warga yang terbakar sebelumnya pernah memperoleh bantuan program bedah rumah pada 2023. Pemerintah daerah pun membuka peluang agar rumah tersebut kembali diusulkan mendapat bantuan perbaikan.
“Rumah tersebut sebelumnya pernah mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah daerah melalui PU pada tahun 2023. Mudah-mudahan nanti bisa kembali diusulkan untuk perbaikan,” pungkasnya. (bah/ko)







