DP3AP2KB Kotim Ajak Perusahaan Sawit Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

oleh
oleh
Kepala DP3AP2KB Kotim Achmad Yusi
Kepala DP3AP2KB Kotim Achmad Yusi

SAMPIT, Kaltengonline.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong perusahaan-perusahaan besar, khususnya sektor perkebunan, agar lebih aktif terlibat dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan. 

Peran dunia usaha dinilai penting karena banyak pekerja perempuan berada di lingkungan perusahaan yang lokasinya jauh dari pusat layanan pemerintah.

Kepala DP3AP2KB Kotim Achmad Yusi mengatakan, keterlibatan perusahaan tidak hanya sebatas memberikan izin kepada karyawan untuk melapor, tetapi juga membangun sistem perlindungan di lingkungan kerja.

“Sinergi dengan swasta ini kita harapkan itu keterbukaan mereka. Karena di tempat kita ini kan banyak sekali sektor perkebunan. Dan di situ kan ada banyak karyawan, karyawati di situ,” ujarnya, Kamis (9/7/2026). 

Menurut Yusi, perusahaan diharapkan dapat memfasilitasi proses pendampingan ketika terjadi dugaan kekerasan. Mengingat, jarak kebun menuju ibu kota kecamatan hingga pusat layanan perlindungan perempuan cukup jauh.

Baca Juga:  Teguh Eko Yulinato Resmi Pimpin PP Polri Kotim Periode 2026–2031

“Kemudian memfasilitasi lah karena kan jarak antara kebun dan kita ini jauh. Ke kecamatan aja cukup jauh apalagi ke kita. Jadi saya harapkan di situ membantu kita dalam mendampingi. Karena kan tugas bersama itu,” katanya.

Yusi mengungkapkan, upaya kolaborasi sebenarnya telah berjalan melalui penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar swasta di Kotim.

“Beberapa waktu yang lalu kan ada MoU pada pemerintah daerah, kemudian perjanjian kerja sama dengan perusahaan besar swasta, untuk penanganan pencegahan kasus kekerasan di perusahaan besar swasta,” ungkapnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut mendapat respons positif dari pihak perusahaan. Bahkan, DP3AP2KB kerap diundang untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan di lingkungan kerja.

“Alhamdulillah mereka menyambut positif kegiatan kita dan kita seringkali diundang untuk mengisi kegiatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan,” pungkasnya. (*/ko)