Pangkalan Bun, Kaltengonline.com — Warga di Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, menunjukkan solidaritas menjaga lingkungan dengan turun langsung membubarkan aksi balapan liar di kawasan simpang lampu merah Hastarini, Jalan Ahmad Yani, Minggu (24/5/2026) dini hari. Aksi gabungan tersebut dilakukan setelah masyarakat merasa aktivitas balapan liar semakin meresahkan dan membahayakan pengguna jalan.
Sejak malam, warga bersama para ketua RT sudah bersiaga di sejumlah titik yang sering dijadikan jalur kabur para pebalap liar. Mereka bergerak bersama didampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas, Babinter AU, serta pihak kelurahan. Kehadiran aparat dan masyarakat itu membuat suasana di sekitar lokasi balapan mendadak tegang ketika para remaja mulai berdatangan membawa sepeda motor berknalpot brong.
Balapan liar di kawasan tersebut disebut bukan baru sekali terjadi. Warga mengaku sudah lama terganggu oleh suara kendaraan yang meraung-raung hingga larut malam. Selain mengusik waktu istirahat, aksi para remaja yang memacu motor dengan kecepatan tinggi di jalan umum juga dikhawatirkan memicu kecelakaan lalu lintas.
Ketika beberapa pengendara mulai bersiap di garis start dekat lampu merah, warga yang sejak awal mengintai langsung bergerak melakukan penyergapan. Para pebalap berusaha melarikan diri ke gang-gang kecil, namun warga dari lima RT sudah berjaga di berbagai titik. Dalam aksi tersebut satu remaja sempat diamankan, sementara beberapa lainnya berhasil lolos dari kepungan warga.
Lurah Baru, Khasan Junaidi, mengatakan kegiatan itu menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan mereka. Menurutnya, keterlibatan warga dari beberapa RT menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban dan mencegah aktivitas negatif berkembang di wilayah Kelurahan Baru.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Baru, Asyikin Noor, menilai para pelaku balapan liar rata-rata masih berusia belasan tahun dan datang dari berbagai wilayah di Pangkalan Bun. Ia berharap para orang tua lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain. (ko)







