Bapperida Kalteng Gandeng GIZ Percepat Penyusunan RAD SDGs 2026-2030 Melalui Kolaborasi Multi-Pihak

oleh
oleh
Plt. Kepala Bapperida Prov. Kalteng, Syahfiri

PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Workshop Membangun Keterlibatan Aktor Non-Pemerintah dalam Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) Provinsi Kalimantan Tengah periode 2026–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (4/6/2026).

Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kalteng memperkuat implementasi Agenda 2030 melalui kolaborasi dengan lembaga kerja sama internasional Jerman, GIZ, dalam proyek Strengthening Policy Planning Capacity for the Implementation of the 2030 Agenda in Indonesia and the Global South Phase II (SDGs-SSTC Phase II).

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Syahfiri, saat membacakan sambutan Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng, mengatakan proyek tersebut mengedepankan pendekatan Multi-Stakeholder Partnership (MSP) atau kemitraan multipemangku kepentingan.

Menurutnya, pendekatan tersebut mengusung prinsip No One Left Behind (LNOB) atau tidak ada satu pun yang tertinggal, sekaligus mendorong kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam setiap tahapan pembangunan yang diselaraskan dengan prioritas daerah.

Syahfiri menjelaskan, penyusunan RAD SDGs dilakukan melalui tahapan yang sistematis untuk menghasilkan proyeksi target indikator pembangunan berkelanjutan. Hasil proyeksi tersebut menjadi acuan dalam penyusunan berbagai dokumen perencanaan daerah, seperti RAD, RPJMD, dan RKPD, sehingga tetap selaras dengan target nasional dan sasaran global tahun 2030.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan dokumen RAD SDGs sesuai target.

“Saya meminta semua sektor, baik pemerintah maupun non-pemerintah, dapat bekerja sama, berkolaborasi, dan bersinergi dalam menyelesaikan RAD SDGs ini sesuai target. Langkah ini penting demi mengakselerasi pencapaian target SDGs nasional menuju sasaran global tahun 2030,” tegas Syahfiri.

Workshop tersebut dihadiri Advisor Manager GIZ SDGs SSTC Project Marvel Josef Petrus Ledo, perwakilan Gesellschaft für Agrarprojekte in Übersee (GFA), unsur Bapperida Kalteng, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, pelaku usaha, perbankan, lembaga filantropi, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.(bud)