PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Transformasi digital yang terus berkembang menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Palangka Raya dalam beradaptasi terhadap zaman dan kemudahan akses untuk bersentuhan dengan masyarakat.
Teknologi itu harus diimbangi dengan kemampuan aparatur dalam mengantisipasi berbagai bentuk serangan siber.
Fenomena maraknya peretasan data, penyebaran malware hingga serangan ransomware yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi peringatan bagi seluruh instansi untuk memperkuat sistem keamanan informasi.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mendukung secara penuh kegiatan Sosialisasi Tim Tanggap Insiden Siber dan Bimbingan Teknis Tim Tanggap Insiden Siber yang berlangsung selama dua hari. “Ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan siber di lingkungan pemerintah daerah,” ujarnya, Selasa (9/6).
Pembekalan sumber daya tidak hanya secara teoritis tetapi juga dibekali kemampuan teknis terkait penanganan insiden siber. Mulai dari pengenalan Tim Tanggap Insiden Siber, peningkatan kesadaran keamanan digital, hingga penanganan serangan ransomware dari tahap persiapan, deteksi, analisis, penanggulangan, pemulihan, dan evaluasi.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan sungguhsungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman siber,” katanya.
Lebih lanjut, Fairid menekankan bahwa keamanan siber bukan lagi menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah saja, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh aparatur pemerintah. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan sistem pemerintahan yang aman, tangguh, dan terpercaya.
“Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing guna mendukung terciptanya sistem pemerintahan yang aman, tangguh dan terpercaya,” tegasnya. (afa/ans/ko)







