GORONTALO, Kaltengonline.com – Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan AMd, memanfaatkan kunjungannya ke Gelar Teknologi (Geltek) Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo sebagai momentum strategis untuk menyerap berbagai inovasi pertanian modern.
Dalam peninjauan yang berlangsung di GORR David-Tony, Limboto, Sabtu (20/6), rombongan Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang dipimpinnya secara khusus mendalami sejumlah teknologi yang dinilai potensial untuk diterapkan di daerah.
Kunjungan ini menjadi langkah konkret Pemkab Barito Utara dalam mengakselerasi transformasi sektor pertanian. Di tengah pameran yang menampilkan mekanisasi pertanian hingga sistem irigasi efisien, Wabup Felix menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan misi pembelajaran untuk menjawab tantangan produktivitas di Barito Utara.
Wakil Bupati Felix mengungkapkan bahwa Gelar Teknologi PENAS XVII menyajikan gambaran nyata bagaimana sektor pertanian dapat berkembang lebih modern dan efisien.
“Berbagai teknologi yang ditampilkan di sini memberikan gambaran bagaimana sektor pertanian dan perikanan dapat berkembang lebih modern, efisien, dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.
Wabup menekankan pentingnya adopsi teknologi untuk meningkatkan daya saing pertanian, terutama di tengah perubahan iklim dan keterbatasan lahan.
“Kita ingin para petani di Barito Utara semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi yang kita lihat hari ini harus menjadi inspirasi untuk diterapkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah,” tegasnya.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian utama rombongan adalah drone pertanian cerdas berkapasitas besar.
Teknologi ini dinilai mampu menjawab berbagai persoalan klasik petani, mulai dari keterbatasan tenaga kerja hingga efisiensi biaya produksi. Drone dapat dimanfaatkan untuk penyemprotan pestisida, pemupukan presisi, pemetaan lahan, hingga pemantauan tanaman secara cepat dan akurat.
Selain itu, berbagai alat dan mesin pertanian modern seperti traktor, rotavator, dan combine harvester yang dipamerkan juga menjadi perhatian. Kehadiran alat-alat ini membuka wawasan tentang efisiensi usaha tani yang dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Dalam Gelar Teknologi tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkenalkan sistem Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PMAAS).
Sistem ini merupakan hasil penggabungan metode dari Indonesia, China, dan Amerika yang mengedepankan mekanisasi dan efisiensi tinggi melalui sistem tanam jarak rapat serta penggunaan varietas unggul.
Melalui penerapan PM-AAS, produktivitas padi mampu mencapai lebih dari 10 ton per hektare, hampir dua kali lipat dibanding rata-rata nasional yang berada pada kisaran 5,5 ton per hektare.
Sistem ini telah dikembangkan di 14 provinsi di Indonesia dan menjadi salah satu display utama yang ditampilkan kepada seluruh peserta PENAS XVII.
Wabup Felix menegaskan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan program pembangunan pertanian ke depan.
“Apa yang baik dan relevan dari berbagai inovasi yang dipamerkan di PENAS XVII ini akan kita pelajari dan dorong penerapannya di Barito Utara,” tambahnya.
Komitmen ini sejalan dengan upaya Pemkab Barito Utara yang sebelumnya telah melakukan studi tiru ke Kabupaten Nganjuk untuk mempelajari sistem budidaya berkelanjutan dan teknologi pengolahan hasil pertanian.
Kunjungan Wabup Felix ke PENAS XVII juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
“Pemerintah daerah dukung program kemandirian pangan nasional dengan terus memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta pemberdayaan para petani dan nelayan di daerah,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang terbangun di PENAS XVII, Felix berharap sektor pertanian di Barito Utara dapat semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.
“Dengan dukungan teknologi, produktivitas dapat meningkat, biaya produksi bisa lebih efisien, dan kesejahteraan petani maupun nelayan akan semakin baik,” pungkasnya. (ren/nue/ko)







