Dunia Pendidikan Kobar Kembali Disorot, SDN 1 Batu Belaman Butuh Empat Ruang Kelas Baru

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada kondisi SDN 1 Batu Belaman, Kecamatan Kumai, yang masih kekurangan empat ruang kelas sehingga proses belajar mengajar belum dapat berjalan secara maksimal, Sabtu (18/7).

Keterbatasan fasilitas tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan anak usia sekolah di wilayah Batu Belaman, kapasitas sekolah yang ada sudah tidak lagi mampu menampung seluruh peserta didik secara ideal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat, Muhammad Alamsyah, mengakui kondisi itu memang terjadi di SDN 1 Batu Belaman. Ia mengatakan sekolah tersebut saat ini mengalami kelebihan kapasitas karena jumlah siswa terus meningkat setiap tahun.

Menurut Alamsyah, sekolah baru memiliki delapan ruang kelas. Padahal, kebutuhan ideal mencapai 12 ruang kelas agar seluruh rombongan belajar dapat menempati ruang yang layak dan proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.

Akibat keterbatasan ruang belajar, sebagian siswa masih harus memanfaatkan bangunan sederhana hasil swadaya masyarakat sebagai tempat belajar sementara. Fasilitas di bangunan tersebut pun belum memadai karena belum dilengkapi meja, kursi, dan sarana penunjang pembelajaran.

Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar. Pihaknya akan terus mengupayakan penambahan ruang kelas sesuai kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

Sementara itu, Guru SDN 1 Batu Belaman, Hj Syarifah, mengatakan usulan pembangunan ruang kelas baru sebenarnya sudah diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak 2023 hingga 2024. Namun hingga kini pembangunan yang diharapkan belum juga terealisasi.

Selain persoalan ruang kelas, sekolah juga masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik. Hingga saat ini belum tersedia guru Pendidikan Agama Islam berstatus definitif sehingga proses pembelajaran masih dibantu guru honorer yang dibiayai oleh pihak sekolah.

Sekretaris Desa Batu Belaman, Mahmudin, membenarkan jumlah penduduk di wilayahnya terus bertambah seiring berkembangnya kawasan permukiman baru. Kondisi tersebut membuat jumlah anak usia sekolah dasar meningkat, sementara desa itu hanya memiliki satu sekolah dasar.

Masyarakat berharap sorotan terhadap dunia pendidikan tidak berhenti pada pengakuan atas persoalan yang ada. Mereka meminta pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera merealisasikan pembangunan empat ruang kelas baru di SDN 1 Batu Belaman agar seluruh siswa dapat menikmati fasilitas belajar yang layak, aman, dan nyaman sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kotawaringin Barat.(bob)