DPRD Kalteng Dorong Pembinaan Atlet Voli Sejak Dini untuk Tingkatkan Prestasi

oleh
oleh
Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin menyerahkan hadiah untuk peserta pada kegiatan lomba voli yang digelar oleh Polda Kalteng
Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin menyerahkan hadiah untuk peserta pada kegiatan lomba voli yang digelar oleh Polda Kalteng

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Bola voli bukan sekadar olahraga yang ramai dimainkan di lapangan-lapangan kampung atau sekolah. Di Kalimantan Tengah, cabang olahraga ini dinilai menyimpan potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi jika dibina secara serius sejak usia muda.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah, Riska Agustin, yang menilai tingginya minat masyarakat terhadap bola voli harus diikuti dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, banyak atlet muda berbakat yang sebenarnya memiliki kemampuan bersaing, namun membutuhkan ruang untuk berkembang melalui pelatihan dan kompetisi yang konsisten.

“Pembinaan yang terarah dan dukungan yang memadai sangat diperlukan agar bibit-bibit atlet berbakat dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya, Rabu (15/7).

Riska mengatakan, pembinaan tidak cukup hanya dilakukan menjelang kejuaraan. Prosesnya harus dimulai sejak dini agar atlet memiliki fondasi teknik, mental, dan pengalaman bertanding yang kuat ketika memasuki level kompetisi yang lebih tinggi.

Ia melihat, antusiasme masyarakat terhadap olahraga voli di berbagai daerah di Kalimantan Tengah menjadi modal yang sangat baik. Hampir setiap daerah memiliki komunitas maupun klub yang aktif menggelar pertandingan. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dimanfaatkan sebagai jalur pencarian atlet potensial yang nantinya bisa dipersiapkan membawa nama daerah pada ajang yang lebih besar.

Selain pembinaan, Riska menilai keberadaan kompetisi yang digelar secara rutin juga tidak kalah penting. Turnamen di tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi dapat menjadi ruang bagi atlet muda mengukur kemampuan sekaligus menambah jam terbang mereka.

Menurutnya, semakin sering atlet bertanding, semakin besar pula peluang mereka berkembang. Pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pembinaan tidak akan berjalan maksimal apabila belum didukung sarana dan prasarana yang memadai. Fasilitas latihan yang layak menjadi kebutuhan dasar agar atlet dapat mengembangkan kemampuan secara optimal.

“Kalau kita ingin prestasi olahraga meningkat, maka pembinaan, kompetisi, dan fasilitas harus berjalan beriringan. Ketiganya saling melengkapi,” katanya.

Lebih dari sekadar mengejar medali, Riska menilai olahraga juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda. Disiplin, sportivitas, tanggung jawab, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim merupakan nilai-nilai yang tumbuh melalui proses latihan dan pertandingan.

Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, sekolah, hingga masyarakat dapat terus memberikan perhatian terhadap perkembangan bola voli di Kalimantan Tengah. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar pembinaan atlet tidak berhenti di tengah jalan.

“Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencintai dan memajukan olahraga di tanah kelahiran kita,” pungkasnya. (zia/ans/ko)