DPRD Palangka Raya Soroti Kabut Asap dan Listrik Padam yang Bebani Warga

oleh
oleh
Rana Muthia Oktari
Rana Muthia Oktari

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – DPRD Kota Palangka Raya menyoroti kondisi masyarakat yang harus menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemadaman listrik bergilir. Situasi tersebut dinilai menjadi beban ganda karena berdampak pada kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga keselamatan warga.

Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mengatakan pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memberikan perhatian serius terhadap kedua persoalan tersebut. Menurutnya, penanganan karhutla dan stabilitas pasokan listrik harus berjalan beriringan agar tidak semakin memberatkan masyarakat.

“Kami prihatin dengan kondisi yang dihadapi masyarakat. Kabut asap mulai mengganggu kesehatan, sementara pemadaman listrik bergilir juga berdampak pada aktivitas usaha dan bahkan memicu kekhawatiran terjadinya kebakaran rumah akibat penggunaan lilin maupun peralatan listrik ketika aliran listrik kembali menyala,” ujarnya, Selasa (28/7).

Rana menjelaskan, pemadaman listrik tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik. Selain itu, peralatan elektronik berisiko mengalami kerusakan ketika aliran listrik kembali menyala.

Di sisi lain, kabut asap yang semakin pekat turut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla agar titik api dapat segera dikendalikan sehingga kabut asap tidak semakin meluas ke kawasan permukiman.

Rana juga mendorong terjalinnya koordinasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, PLN, aparat keamanan, dan masyarakat guna memastikan penanganan karhutla berjalan efektif sekaligus menjaga pelayanan kelistrikan tetap optimal selama musim kemarau.

“Sinergi antara pemerintah, PLN, aparat, dan masyarakat sangat diperlukan agar penanganan karhutla berjalan optimal serta pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan musim kemarau,” tegasnya. (zia/ko)