Investasi SDM Jadi Kunci Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat

oleh
oleh

“Petani tidak hanya belajar dari pengalaman saja, tetapi akan lebih afdal bila melakukan teknis budidaya sesuai dengan kajian ilmiah berdasarkan data,” ujarnya.

Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi di kelas. Peserta juga mendapatkan praktik pancang tanam, pengelolaan OPT, dan teknik penyemprotan. Pemahaman peserta kemudian diperkuat melalui field trip ke kebun PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan perkebunan.

Kegiatan field trip tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelatihan SDMP 2026. Melalui kegiatan ini, pekebun mendapat kesempatan membandingkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dengan praktik budidaya di lapangan.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai tantangan perubahan iklim, termasuk ancaman El Nino dan kekeringan, serta perkembangan OPT yang berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Adi Haryadi, S.Pi., M.Si., menilai upaya mencapai produktivitas yang optimal dan berkelanjutan membutuhkan perubahan cara pandang dalam mengelola perkebunan.

“Untuk mencapai produktivitas yang optimal dan berkelanjutan, kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama secara konvensional,” ujarnya.

Ia meminta para peserta memanfaatkan pelatihan untuk menggali pengetahuan sebanyak mungkin dan menerapkannya setelah kembali ke kebun masing-masing.

“Keberhasilan pembangunan perkebunan di Barito Utara berada di tangan SDM yang terampil, mandiri, dan terus berinovasi,” katanya.

Penguatan SDM pada akhirnya menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan produktivitas sawit rakyat. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan penerapan teknologi budidaya yang lebih tepat, kebun yang sudah ada diharapkan mampu menghasilkan secara lebih optimal tanpa harus bergantung pada perluasan lahan.