SPBU Kobar Batasi Pembelian Pertalite, Warga Berharap Kebijakan Serupa Berlaku di Semua SPBU

oleh
oleh

Pangkalan Bun, Kaltengonline,com – Sejumlah SPBU di kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai menerapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite. Kebijakan ini diharapkan dapat diikuti SPBU lainnya untuk membantu menata distribusi BBM kepada masyarakat.

Pembatasan tersebut saat ini diterapkan diantaranya di SPBU Tudung Saji dan SPBU Paku Negara. Untuk kendaraan roda dua, pembelian Pertalite dibatasi maksimal 3 liter per hari, sedangkan kendaraan roda empat atau lebih mendapat kuota hingga 30 liter.

Penerapan pembatasan itu mulai berdampak pada antrian di SPBU. Antrian kendaraan di jalur Pertalite terlihat lebih terkendali dibanding sebelumnya sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu terlalu lama untuk mendapatkan BBM.

Pengawasan di area pengisian juga diperketat. Petugas SPBU turut memastikan kendaraan yang sudah melakukan pengisian tidak kembali masuk ke antrian dengan cara berputar arah.

Anggota DPRD Kobar, Musawer, menyambut baik penetapan pembatasan tersebut. Menurut dia kebijakan serupa juga mulai diterapkan di salah satu SPBU di wilayah Kumai.

“Alhamdulillah, di salah satu SPBU di Kumai juga menerapkan hal yang sama. Kami berharap wacana Pertamina daerah untuk menambah kuota Pertamax bisa segera direalisasikan,” kata Musawer, Kamis (13/8/2026).

Di sisi lain, pembatasan Pertalite membuat sebagian pengendara beralih menggunakan Pertamax. Kondisi ini membuat antrian di jalur Pertamax sedikit memanjang, meski belum sepanjang antrian Pertalite.

Warga kelurahan Baru, Sandi, mengatakan pembatasan 3 liter pertalite untuk sepeda motor masih cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, BBM tersebut kata dia dapat digunakan untuk bekerja dan mengantar jemput-anak.

“Tiga liter sehari bagi kami masyarakat cukup saja. Yang penting untuk berangkat ke kantor dan akan jemput anak tidak terkendala, dan itu pun masih tersisa,” ujar Sandi.

Warga lainnya, Rahmat, menilai pembatasan tersebut membuat antrian di SPBU menjadi lebih longgar. Menurut dia, waktu pengisian BBM ini lebih cepat sehingga masyarakat dapat segera melanjutkan aktivitas.

Iya berharap kebijakan pembatasan per palet tidak hanya diterapkan di beberapa SPBU. Rahmat meminta SPBU lainnya di kobar dapat mengikuti langkah tersebut agar antrian tidak kembali mengulas dan masyarakat memperoleh BBM secara tertib.

“Harapan Kita bersama, kebijakan ini mampu mengurangi kemacetan dan distribusi BBM subsidi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” pungkasnya. (ko)