13 Pemuda Dayak AURI Terjun dari Langit, Perjuangan di Kalimantan Diungkap

oleh
oleh

Dari jumlah tersebut dipilih 14 penerjun. Namun, satu orang mengundurkan diri sehingga tersisa 13 orang.

Pada 17 Oktober 1947, mereka berangkat menggunakan pesawat Dakota RI-002 menuju Bukit Sepan Biha, Kalimantan. Mereka membawa misi membangun komunikasi dan memasang antena radio untuk mendukung perjuangan Indonesia.

“Penerjunan tersebut merupakan penerjunan pertama di Indonesia untuk melawan agresi militer Belanda di Kalimantan. Dari 13 penerjun itu, 11 orang adalah putra Dayak,” ujar Nugroho.

Salah satu kisah yang dikenang adalah Johannes Bitak. Ia mengikat warna merah pada sabuk dan putih pada ujung sepatunya sebelum melompat dari pesawat.

Setelah mendarat, Johannes mengambil ranting dan menancapkan Merah Putih di tanah Kalimantan. Aksi tersebut menjadi simbol bahwa Kalimantan merupakan bagian dari Indonesia.

Perjuangan mereka kemudian menghadapi serangan Belanda. Letnan Udara Satu Iskandar memilih bertahan untuk memberi kesempatan anak buahnya menyelamatkan diri.

Iskandar gugur dalam pertempuran. Namanya kemudian diabadikan sebagai Lanud Iskandar di Pangkalan Bun.