13 Pemuda Dayak AURI Terjun dari Langit, Perjuangan di Kalimantan Diungkap

oleh
oleh

Sebagian penerjun lainnya gugur, sementara yang selamat ditawan Belanda dan dipenjara di Nusakambangan. Selama di penjara, mereka menulis pengalaman perjuangan yang kemudian diwariskan kepada keluarga.

Ferry Ansyari mengatakan buku tersebut disusun berdasarkan sumber primer, termasuk catatan para penerjun, arsip keluarga, dokumen Angkatan Udara dan foto.

“Kami kumpulkan dari buku-buku catatan para penerjun. Saat mereka berada di penjara, mereka menulis perjalanan yang mereka alami. Catatan itu kemudian kami compile menjadi satu,” jelas Ferry.

Penelitian juga melibatkan keluarga Marsma TNI (Hor) Tjilik Riwut. Edithia F. Widiarti menyebut dokumen dan foto keluarga membantu melengkapi sejarah operasi penerjunan tersebut.

Buku tersebut diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran setelah upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Aula Jayang Tingang, Senin (17/8/2026).

Cetakan pertama sebanyak 700 eksemplar. Sekitar 660 buku akan disalurkan melalui Dinas Pendidikan untuk sekolah, khususnya tingkat SMA dan perguruan tinggi.

Lanud Iskandar juga berencana melanjutkan penelitian dan menerbitkan buku berikutnya jika ditemukan fakta sejarah baru.

Bagi Nugroho, buku ini bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi upaya menjaga kisah perjuangan 13 pemuda tersebut agar tetap dikenal generasi muda.(bob)