SAMPIT, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 20 hari hingga 15 September 2026.
Keputusan tersebut diambil karena ancaman kebakaran dan kekeringan masih tinggi. Kondisi cuaca juga belum sepenuhnya aman.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, perpanjangan status disepakati melalui rapat koordinasi bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Basarnas, Tagana, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan dunia usaha.
“Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi. Tujuan pertama mengevaluasi status tanggap darurat. Kami menyepakati status yang berakhir 26 Agustus diperpanjang, sembari terus mengevaluasi keadaan,” kata Halikinnor di Sampit, Senin.
Berdasarkan laporan Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim, kebakaran masih terus bertambah. BMKG juga menyebut suhu udara masih tinggi dan cuaca berpotensi mendukung karhutla hingga pertengahan September.
“Kita sudah mengerahkan semua kemampuan kita. Semua ikut terlibat memadamkan, tetapi kendala kita adalah sumber titik air. Jadi kita masih membutuhkan tangki untuk suplai air,” jelasnya.
Sejumlah perusahaan membantu menyediakan selang dan tangki air. Korem 102/Pjg juga menambah satu unit tangki. Selain itu, terdapat rencana bantuan empat tangki dari seorang tokoh Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun untuk dipinjamkan ke Sampit.
“Informasinya mau mengirim empat tangki untuk membantu kita di sini. Ini pinjaman untuk membantu pemadaman di Sampit. Mudah-mudahan segera terealisasi,” katanya.
Halikinnor meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Pengawasan juga diminta diperketat hingga tingkat RT dan RW.
“Jangan sampai ada masyarakat yang sengaja membakar lahan belukar yang tidak diurus. Dalam kondisi kering seperti sekarang, terkena puntung rokok saja bisa terbakar,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen memperkuat kolaborasi untuk mencegah dan menangani karhutla. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak.
“Sekali lagi mari kita sama-sama berupaya, berkolaborasi dan bersinergi memadamkan api. Saya juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah kalau tidak penting sekali,” pungkasnya.(ko)







