KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak hanya menghanguskan semak dan kawasan hutan. Kobaran api juga merambat hingga ke lingkungan SMKN 1 Timpah, Kecamatan Timpah, dan membakar tiga ruang kelas lama. Meski bangunan tersebut sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, kejadian itu membuat keamanan fasilitas pendidikan ikut terancam di tengah karhutla yang masih terjadi di sekitar wilayah tersebut.
Bupati Kapuas HM Wiyatno didampingi Sekda Kapuas Usis I Sangkai langsung meninjau kondisi sekolah pascakebakaran. Peninjauan dilakukan untuk memastikan api dan bara benar-benar padam serta tidak kembali merambat ke bangunan sekolah lainnya.
Turut dalam kunjungan tersebut Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Timpah Jhonie, serta unsur Tripika Kecamatan Timpah.
Berdasarkan informasi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, api awalnya berasal dari kawasan hutan di belakang sekolah yang berjarak sekitar 215 meter dari lingkungan SMKN 1 Timpah. Api kemudian meluas hingga membakar tiga ruang kelas lama.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena fasilitas sekolah berada tidak jauh dari kawasan yang terdampak karhutla. Pengamanan dan pemantauan pun terus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api maupun bara yang dapat mengancam bangunan lainnya.
“Yang paling utama adalah memastikan kondisi sekolah aman dan tidak ada lagi potensi api yang dapat merambat ke bangunan lainnya. Kita juga harus memastikan lingkungan sekolah tetap terjaga sehingga kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan baik,” ujar Wiyatno.
Wiyatno mengapresiasi langkah cepat petugas yang melakukan pemadaman, pendinginan, dan pemantauan di sekitar sekolah. Sebelumnya, petugas UPT KPHP Kapuas Hulu bersama kepolisian turut melakukan penyiraman dan berjaga di lingkungan sekolah.
Menurut Wiyatno, kondisi karhutla yang masih terjadi membutuhkan kewaspadaan seluruh pihak. Fasilitas pendidikan sebagai salah satu pelayanan publik harus mendapat perhatian ekstra, terlebih jika berada di wilayah yang rawan terdampak kebakaran.
“Kita tidak boleh lengah. Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu memastikan keamanan lingkungan sekolah dan masyarakat di sekitarnya,” tegasnya.
Selain memastikan keamanan, penanganan pascakebakaran juga perlu dilakukan secara menyeluruh. Mulai pembersihan puing hingga pemulihan lingkungan sekolah. Hal tersebut sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan recovery dan meningkatkan pengamanan pascakebakaran.
Wiyatno juga mengingatkan masyarakat Kecamatan Timpah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api di sekitar permukiman maupun fasilitas umum.
“Karena ini fasilitas pendidikan dan menjadi tempat anak-anak kita menuntut ilmu, tentu kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaganya. Mari bersama-sama mencegah karhutla dan menjaga lingkungan kita agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (art/ko)






