Krisis Air Bersih Landa Kotim dan Seruyan, DPRD Dorong Sumur Bor 100 Meter

oleh
oleh
Sudarsono
Sudarsono

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com– Musim kemarau panjang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat mendesak pemerintah untuk tidak sekadar mengandalkan suplai air darurat, melainkan segera menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan infrastruktur sumur bor.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang mencakup Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, Sudarsono, membenarkan hal tersebut. Ia mengungkapkan, penyediaan sumur bor dalam kini menjadi salah satu aspirasi utama yang paling nyaring disuarakan oleh warga di lapangan.

“Masyarakat meminta pembangunan sumur bor dalam sebagai langkah antisipasi konkret menghadapi kekeringan musiman ini,” ujar Sudarsono, Rabu (9/9).

Dia menyadari, kelangkaan air bersih ini dipicu oleh siklus alam. Kendati demikian, pemerintah daerah tetap dituntut untuk melakukan intervensi strategis, demi menjamin pemenuhan hajat hidup orang banyak selama krisis berlangsung. Ia pun turut mengapresiasi, langkah gubernur yang telah merespons cepat dengan menyalurkan bantuan ke sejumlah daerah.

Sudarsono menilai, distribusi pasokan air bersih dari pemerintah memang sangat krusial sebagai penanganan darurat jangka pendek. Akan tetapi, untuk memutus siklus tahunan ini, pembangunan sumur bor dengan kedalaman memadai mutlak diperlukan agar warga memiliki sumber air alternatif yang selalu bisa diandalkan.

Politikus ini membeberkan, keluhan serupa juga banyak disuarakan oleh masyarakat di Kabupaten Seruyan. Meskipun di beberapa titik permukiman telah tersedia sumur bor, kedalamannya dinilai belum optimal sehingga sumber air tersebut ikut mengering saat kemarau mencapai puncaknya.

“Memang sudah ada sejumlah sumur bor yang dibangun, tetapi kedalamannya tanggung. Ke depan, kita butuh infrastruktur sumur bor yang jauh lebih dalam, idealnya mampu menembus kedalaman hingga 100 meter agar pasokan airnya benar-benar stabil,” tegasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng sebelumnya telah bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan. Tercatat hingga Sabtu (5/9) lalu, total distribusi bantuan darurat tersebut telah menembus volume 101.800 liter.

Menutup keterangannya, Sudarsono berharap, penanganan krisis air ini dapat dikawal secara berkesinambungan. Selain memenuhi dahaga warga melalui distribusi tangki air, keseriusan pemerintah dalam menyiapkan infrastruktur sumber air permanen akan menjadi kunci utama membebaskan masyarakat dari ancaman kekeringan di masa depan. (rif/ko)