PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kualitas proyek infrastruktur jalan di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mendapat sorotan tajam, dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya, jalan yang baru seumur jagung rampung dibangun tersebut dilaporkan sudah kembali hancur.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Yetro M Yoseph, mengungkapkan buruknya kualitas infrastruktur ini, menjadi keluhan utama yang ia terima saat menggelar reses di delapan titik wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kalteng.
“Terkait infrastruktur, warga banyak mempertanyakan dan mempermasalahkan kualitas jalan. Bayangkan, ada yang baru tiga bulan selesai dibangun, tapi sudah rusak lagi. Ini membuktikan bahwa dari sisi kualitas memang sangat mengecewakan masyarakat,” ujar Yetro, Senin (7/9).
Merespons temuan tersebut, Yetro mendesak pemerintah daerah agar memperketat sistem pengawasan. Pengawasan ekstra sangat krusial, terutama pada fase pemeriksaan kelayakan fisik dan proses serah terima pekerjaan dari pihak kontraktor pelaksana.
Menurutnya, setiap proyek yang dinyatakan rampung seharusnya melewati proses audit lapangan yang ketat guna memastikan kesesuaian spesifikasi teknis dalam kontrak kerja.
“Seharusnya sebelum proyek dinyatakan selesai dan diserahterimakan, ada tim teknis yang memeriksa kelayakannya secara detail. Sayangnya, ketika jalan telanjur rusak seperti ini, ruang komplain masyarakat sangat terbatas. Jadi sangat wajar jika mereka menumpahkan kekecewaan itu saat kami turun reses,” tegasnya.
Menutup keterangannya, politikus ini mewanti-wanti pemerintah daerah, agar tidak main-main dalam mengawasi pelaksanaan proyek fisik. Ia mengingatkan, seluruh pembangunan infrastruktur tersebut dibiayai menggunakan uang rakyat, sehingga kualitas setiap jengkal pekerjaan harus benar-benar dipertanggungjawabkan mutunya sebelum resmi diterima. (zia/rif/ko)






