Karhutla Kalteng, DPRD Minta Water Bombing Masif Selamatkan Gambut

oleh
oleh
Arton S Dohong
Arton S Dohong

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) mendesak untuk diperkuat. Pemadaman tak lagi cukup hanya mengandalkan jalur darat, operasi udara melalui water bombing dituntut berjalan lebih masif, khususnya di titik-titik rawan dan kawasan yang telah dilalap api.

Desakan tersebut disuarakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, Arton S Dohong. Ia meminta, seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk tidak mengendurkan daya gempur dalam menjinakkan si jago merah.

“Kepada BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dan seluruh relawan di lapangan, jangan ada kata lelah, jangan ada kata mundur! Lakukan pemadaman darat dan operasi water bombing secara masif di titik-titik rawan yang terbakar,” tegas Arton saat berpidato dalam Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kalteng, Selasa (1/9).

Politikus ini menekankan, pemadaman titik api harus selaras dengan upaya krusial penyelamatan kawasan gambut. Perlindungan terhadap ekosistem basah ini, dinilai sangat penting guna mencegah penyebaran api yang lebih luas, sekaligus menekan dampak buruk kabut asap.

Bagi Arton, penanganan Karhutla bukan sekadar memadamkan api, melainkan misi menyelamatkan lingkungan dan masa depan ekologi daerah. “Lindungi masyarakat, lindungi hutan gambut kita yang merupakan paru-paru dunia,” serunya dengan lantang.

Menutup pernyataannya, Arton berharap sinergi tangguh lintas sektor terus diperkokoh selama masa tanggap darurat Karhutla berlangsung. Kesolidan barisan antara aparat dan relawan di lapangan diyakini menjadi tameng utama, untuk memastikan warga Kalteng tetap terlindungi dari ancaman bencana tahunan tersebut. (zia/rif/ko)