PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, telah membakar sekitar 4.524 hektare sepanjang 27 Agustus hingga 13 September 2026.
Kementerian Kehutanan meninjau lokasi kebakaran di kawasan Sungai Sekonyer, Resort Pesalat, Jumat (18/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kebakaran dan penanganan oleh tim gabungan.
Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan Novia Widyaningtyas mengatakan kebakaran di Sungai Sekonyer mulai terjadi sejak 10 September dengan luas sekitar 200 hektare.
“Tim gabungan sejak tanggal 10 September telah melakukan pemadaman di lokasi Sungai Sekonyer ini, pagi, siang dan malam berupaya agar tidak meluas,” kata Novia.
Pemadaman terkendala medan berat dan sulitnya mendapatkan sumber air. Petugas harus membawa air secara bertahap menuju titik api menggunakan mesin portabel dan selang.
Berdasarkan data monitoring, kebakaran tersebar di sejumlah kawasan TNTP. Di wilayah Kotawaringin Barat, luas terbakar mencapai 1.113,7 hektare di Sungai Cabang dan 1.062,2 hektare di Teluk Pulai.
Sementara di wilayah Seruyan, kebakaran meliputi Pembuang Hulu sekitar 600 hektare, Sungai Baung 666,5 hektare dan Sungai Perlu 929,2 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel mengatakan kondisi medan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar. Ia menilai dukungan helikopter water bombing diperlukan untuk mempercepat penanganan.
“Memang sangat perlu heli water bombing untuk mempercepat pemadaman,” ujar Samuel.
Novia berharap hujan segera turun untuk membantu pemadaman dan mencegah kebakaran meluas di kawasan TNTP.(bob)






