PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Dinkes Kobar) mencatat 14.086 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga minggu epidemiologi ke-36 2026.
Kasus mulai meningkat pada akhir Juli hingga Agustus, bersamaan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinkes Kobar mencatat kasus ISPA mencapai 566 kasus pada minggu ke-31. Angka tersebut naik 68,9 persen dibandingkan minggu ke-28.
Setelah sempat turun, kasus kembali mencapai 534 pada minggu ke-35. Pada minggu ke-36, kasus turun menjadi 471 atau berkurang 11,8 persen. Namun, angka tersebut masih 40,6 persen lebih tinggi dibandingkan minggu ke-28.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, mengatakan kasus ISPA masih perlu dipantau selama karhutla berlangsung.
“Imbauannya sudah selalu disampaikan, seperti yang selalu disampaikan Posko Karhutla melalui imbauan lewat radio juga,” kata Jhonferi, Jumat, 18 September 2026.
Ia meminta kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, membatasi aktivitas di luar rumah. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut.
Meski peningkatan ISPA beriringan dengan aktivitas karhutla, Dinkes Kobar tidak menyebut karhutla sebagai satu-satunya penyebab. Asap dan partikulat pembakaran dapat memengaruhi saluran pernapasan, tetapi terdapat faktor lain yang juga berpengaruh.
Sementara itu, kasus diare akut justru menurun dari 183 kasus pada minggu ke-30 menjadi 58 kasus pada minggu ke-36. Dinkes Kobar terus memantau ISPA, pneumonia, ILI, dan diare melalui surveilans mingguan.(bob)






