Hujan Singgah di KM 24, Petugas Karhutla Kobar Tarik Napas

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Hujan turun di tengah kepungan asap dan lahan terbakar di Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, KM 24, Kotawaringin Barat, Sabtu, 19 September 2026. Guyurannya memang singkat, tetapi cukup memberi jeda bagi petugas yang beberapa hari terakhir berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan.

Relawan Satgas Karhutla, Wawan, menyambut hujan tersebut dengan lega. Menurut dia, air yang turun setidaknya membantu menahan api sekaligus membuat kondisi udara di sekitar lokasi lebih nyaman.

“Alhamdulillah hujan. Walaupun hujannya sebentar, setidaknya bisa menahan api dan mata tidak pedih,” kata Wawan.

Selama beberapa hari, petugas harus berhadapan dengan panas dan asap saat melakukan penanganan karhutla di kawasan tersebut. Kondisi itu membuat turunnya hujan menjadi bantuan alami yang sangat berarti di lapangan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, mengatakan hujan menjadi kabar yang melegakan bagi satgas. Ia bersyukur hujan akhirnya turun setelah petugas terus berjibaku dengan api dan asap.

“Alhamdulillah akhirnya hujan. Satgas Karhutla sudah beberapa hari ini berjibaku dengan api dan asap,” ujar Andhan.

Meski hujan telah membasahi kawasan tersebut, petugas tetap melakukan pemantauan. Hujan singkat belum dapat memastikan seluruh titik yang terbakar benar-benar padam, terutama jika masih terdapat bara di dalam lahan.

Pemantauan diperlukan untuk mengantisipasi api kembali muncul setelah hujan berhenti. Petugas juga perlu memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman bagi pengguna jalan yang melintas.

Jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama sebelumnya menjadi salah satu kawasan yang terdampak asap karhutla. Bagi petugas, hujan kali ini setidaknya mengurangi panas dan kepulan asap yang selama beberapa hari menyertai proses penanganan.

Namun, hujan belum menjadi alasan untuk mengakhiri kesiapsiagaan. Satgas tetap berada di lapangan untuk melihat perkembangan api dan memastikan tidak ada titik yang kembali membesar.

Di tengah musim kemarau, hujan singkat di KM 24 menjadi jeda bagi petugas yang terus bekerja menghadapi karhutla. Api mungkin tertahan, tetapi kewaspadaan masih diperlukan sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman. (ko)