Asap Tebal Karhutla Menyelimuti Pangkalan Bun, Begal Payudara Bergentayangan

oleh
oleh
Ilustrasi
Ilustrasi

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com — Seorang perempuan di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mengaku dibuntuti seorang pria hingga kemudian dipepet saat bersama anaknya pada malam hari. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan aksi pelecehan seksual bermodus “begal payudara”.

Kejadian itu dialami Khadijah, warga Pangkalan Bun, pada Rabu (23/9) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ia bersama anaknya baru keluar dari kawasan Bakmi Sidorejo Jalan Ahmad Wongso Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Khadijah mengatakan, seorang pria mulai mengikuti mereka sejak keluar dari kawasan tersebut. Pria itu disebut terus membuntuti hingga perjalanan menuju jalan simpangan ke arah lapangan futsal Samari.

Situasi kemudian membuat Khadijah merasa semakin waspada ketika pria tersebut mendekat dan memepet dirinya. Ia menyebut kejadian itu berlangsung di jalan yang berada di sekitar kawasan permukiman warga.

“Diikuti dari pas ulun keluar dari Bakmi Sidorejo. Pas dia mepet ke ulun itu, di jalan simpangan mau ke arah lapangan futsal Samari,” kata Khadijah saat dibincangi awak media, Kamis (24/9/2026).

Khadijah menduga pria tersebut merupakan pelaku yang hendak melakukan aksi pelecehan seksual dengan modus yang oleh masyarakat kerap disebut “begal payudara”. Namun, dugaan tersebut belum terkonfirmasi dan belum dapat disebut sebagai tindak pidana yang dilakukan pelaku sebelum adanya penyelidikan kepolisian.

Ia mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi agar dapat segera ditindaklanjuti. Khadijah berharap aparat dapat memeriksa lokasi dan menelusuri pria yang diduga membuntutinya.

Menurut Khadijah, terdapat sejumlah kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Rekaman CCTV tersebut diharapkan dapat membantu polisi mengetahui rangkaian kejadian dan mengidentifikasi pria yang diduga mengikuti dirinya.

Di sisi lain, kawasan Pangkalan Bun dan sekitarnya tengah menghadapi kondisi asap tebal akibat karhutla. Kondisi tersebut menjadi situasi lingkungan yang terjadi bersamaan dengan waktu kejadian, tetapi belum ada keterangan yang mengaitkan asap karhutla dengan aksi yang dialami Khadijah.

Hingga berita ini ditulis, kejadian tersebut masih berdasarkan keterangan Khadijah dan belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian mengenai laporan maupun hasil penyelidikan atas dugaan aksi pelecehan seksual tersebut. (ko)