MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Kunjungan kerja (Kunker) Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT ke Desa Liju, Kecamatan Teweh Timur, Jumat (18/9), diwarnai kejutan manis bagi warga setempat.
Dalam agenda Operasi Pasar Murah yang digelar pemerintah daerah, Bupati secara spontan membebaskan biaya 800 paket sembako yang seharusnya ditebus oleh masyarakat.
Dalam lawatan tersebut, bupati didampingi Sekretaris Daerah, Drs H. Muhlis, beserta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran rombongan eksekutif ini, bertujuan untuk memotret langsung kondisi riil masyarakat pelosok, sekaligus menyerap aspirasi yang berkembang di akar rumput.
Pada mulanya, ratusan paket sembako yang masing-masing berisi lima kilogram beras, gula pasir, dan minyak goreng tersebut dibanderol dengan harga subsidi Rp150.000 per paket. Namun, melihat antusiasme masyarakat yang hadir, Shalahuddin mengambil inisiatif tak terduga dengan menggratiskan seluruh paket bahan pokok tersebut.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban bapak dan ibu sekalian. Khusus pagi ini, sembako yang seharusnya ditebus, kami putuskan untuk digratiskan sepenuhnya,” ujar Shalahuddin yang langsung disambut sorak gembira dan antusiasme warga Desa Liju.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara ini menegaskan, pasar murah merupakan instrumen strategis untuk menekan laju inflasi dan memastikan ketahanan pangan warga.
Ia menargetkan program prorakyat ini dapat terus berlanjut, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terhadap gejolak harga pasar.
Usai membagikan sembako, agenda Kunker dilanjutkan dengan blusukan meninjau infrastruktur desa. Bupati memantau langsung kondisi jalan, jembatan, hingga fasilitas umum lainnya yang menjadi kebutuhan vital warga. Hasil pemantauan lapangan ini akan dikaji sebagai bahan evaluasi untuk menyusun skala prioritas pembangunan daerah ke depan.
Tak luput dari perhatian, sektor pendidikan turut menjadi sasaran peninjauan. Bupati menekankan urgensi pemerataan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di kawasan pelosok. Dia mengingatkan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah investasi jangka panjang yang harus dikawal serius oleh seluruh pemangku kepentingan.
Melalui rangkaian blusukan ini, Pemkab Barito Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir menyejahterakan masyarakat. Tidak hanya lewat kucuran jaring pengaman sosial, tetapi juga melalui akselerasi pembangunan infrastruktur dan peningkatan mutu layanan pendidikan di wilayah pedalaman. (ren/ko)






