PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai berkurang dalam tiga hari terakhir. Meski jarak pandang membaik, dampak asap masih dirasakan masyarakat, terutama pengemudi ojek online yang tetap bekerja di luar ruangan.
Jarak pandang yang sebelumnya sempat hanya sekitar 30 meter kini membaik menjadi 100 meter. Agus Hartarto dari Solidaritas Grab Palangka Raya (Teras Grab) mengatakan, kondisi tersebut terjadi seiring berkurangnya titik api setelah kabut asap menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah selama sebulan terakhir.

Meski kondisi mulai membaik, para pengemudi ojek online tetap perlu menjaga kesehatan saat bekerja. Paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu di jalan.
Untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap, pemerintah memberikan sejumlah bantuan, seperti pemeriksaan kesehatan, pembagian masker gratis, dan vitamin. Pemerintah juga menyalurkan sembako serta menyediakan beberapa titik rumah oksigen bagi warga yang membutuhkan.
Selain pemerintah, aplikator Grab turut memberikan bantuan kepada para pengemudi. Bantuan tersebut berupa masker, obat-obatan, vitamin, dan obat tetes mata untuk membantu menjaga kesehatan pengemudi selama beraktivitas di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih.
“Dari pihak aplikator Grab juga memberikan bantuan berupa masker, obat-obatan, berbagai vitamin, dan obat tetes mata,” pungkasnya.(ko)






