Soroti Etika Mahasiswa saat Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng

oleh
oleh
Prof. Dr. Andrie Elia Embang, S.E., M.Si.,

PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Tokoh akademisi sekaligus Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, Prof. Dr. Andrie Elia Embang, S.E., M.Si., menyoroti pentingnya etika dan adab akademis dalam penyampaian aspirasi mahasiswa saat demonstrasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (19/10/2026).

Ia menyayangkan apabila penyampaian aspirasi dilakukan menggunakan kata-kata yang tidak pantas, merendahkan, serta simbol yang dinilai tidak mencerminkan etika dan moralitas akademis. Menurutnya, demonstrasi seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik secara cerdas, bermartabat, dan bertanggung jawab.

Andrie menegaskan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang harus dihormati dalam kehidupan demokrasi. Namun, hak tersebut perlu dijalankan dengan menjunjung tinggi kesantunan, etika, serta penghormatan terhadap sesama.

Ia juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab gubernur. Persoalan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, aparat terkait, dunia usaha, serta masyarakat.