PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kembali muncul meski hujan sempat mengguyur sejumlah wilayah. Pada Minggu, 1 November 2026, kebakaran dilaporkan terjadi di dua lokasi.
Dua titik kebakaran tersebut berada di kawasan Kalimati Baru dan Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama Kilometer 25. Api kembali terlihat ketika kondisi cuaca di wilayah tersebut cukup panas disertai angin kencang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat, Samuel, membenarkan adanya kebakaran di kedua lokasi tersebut.
Menurut Samuel, petugas gabungan penanganan karhutla sudah berada di lapangan untuk melakukan pemadaman. Penanganan dilakukan secara bersamaan di dua titik kebakaran.
“Saat ini petugas gabungan sedang berada di dua lokasi untuk melakukan pemadaman,” kata Samuel.
Ia mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam upaya penanganan kebakaran. Suhu udara yang panas dan angin kencang membuat api kembali muncul.
Kemunculan api di dua lokasi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla di Kotawaringin Barat belum sepenuhnya berakhir. Hujan yang turun sebelumnya belum membuat seluruh wilayah terbebas dari potensi kebakaran.
Petugas gabungan kini berupaya mengendalikan api agar tidak meluas. Kondisi di lapangan masih menjadi perhatian, terutama karena angin dapat memengaruhi penyebaran api.
Kebakaran di Kalimati Baru dan Kilometer 25 juga menjadi pengingat bahwa kawasan rawan karhutla masih membutuhkan pemantauan, terutama ketika cuaca kembali panas.
BPBD mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar tempat tinggal maupun kawasan lahan terbuka.
Hingga Minggu sore, petugas gabungan masih melakukan pemadaman di kedua lokasi tersebut. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai luas lahan yang terbakar maupun hasil akhir penanganan. (bob/ko)






