Disperkimtan Palangka Raya Prioritaskan Pemeliharaan Drainase Jelang Puncak Musim Hujan

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sumarsono melakukan mitigasi untuk musim penghujan
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sumarsono melakukan mitigasi untuk musim penghujan

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Memasuki musim penghujan di bulan November, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Palangka Raya terus berupaya pemeliharaan saluran drainase perkotaan. Kepala Dinas Perkimtan Kota Palangka Raya, Sumarsono, menegaskan bahwa penanganan dan pemeliharaan alur air kini menjadi skala prioritas, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

“Pemeliharaan saluran drainase yang menjadi prioritas kami antara lain di Perumnas Garuda, Jalan Rajawali, Jalan Krakatau dan sekitarnya, Jalan Lawu, Jalan Temanggung Tilung, Jalan Pangeran Samudera, serta kawasan permukiman padat penduduk lainnya,” ujar Sumarsono saat dikonfirmasi oleh Kalteng Pos, Senin (2/11).

Sumarsono menjelaskan sebelumnya, Disperkimtan telah menyelesaikan pembangunan drainase fisik di beberapa lokasi strategis seperti Jalan Stroberi, Jalan Danau Indah VII, Jalan Kerinci, Jalan Arjuna, dan Komplek Gatot Subroto.

“Selanjutnya Dinas Perkimtan Kota Palangka Raya akan terus melakukan kegiatan pemeliharaan saluran drainase lingkungan yang ada, yaitu pembersihan sedimentasi dan memastikan alirannya lancar ke Saluran Drainase Primer. Khusus pembangunan embung masih dalam tahap usulan dan perencanaan yang pekerjaannya melalui Dinas PUPR Kota Palangka Raya,” jelasnya.

Selain pengerjaan internal instansi, Pemerintah Kota Palangka Raya juga menggerakkan aksi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi genangan air di seluruh penjuru kota menjelang puncaknya musim hujan.

“Pembangunan drainase telah selesai dilakukan. Saat ini Pemerintah Kota menggerakkan Tim Gabungan dari seluruh OPD untuk bersama-sama melakukan pemeliharaan saluran drainase sebagai antisipasi genangan air yang mungkin timbul ketika musim penghujan tiba. Kegiatan dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan November 2026 dan diharapkan selesai sebelum puncak musim penghujan pada Desember 2026,” pungkas Sumarsono. (afa/ans/ko)