Ribuan Itik Food Estate Pulpis Hilang, DPRD Pertanyakan Nasibnya

oleh
oleh
Bambang Irawan
Bambang Irawan

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Program pengembangan 24 ribu itik petelur di kawasan Food Estate Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, kini dipertanyakan kelanjutannya. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, menyoroti tidak jelasnya nasib itik-itik bantuan pemerintah pusat yang sejak awal digadang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Bambang menyayangkan ketika program ini digulirkan tahun 2020 lalu kelompok tani bahkan sempat merasakan keuntungan besar karena produksi telur melimpah. Namun kondisi itu tidak bertahan lama kini ribuan itik tersebut tidak lagi tampak di lapangan.

“Ini menjadi pertanyaan besar bagi kita, ke mana sekarang itik-itik tersebut? Bagaimana pengembangannya?” ujar Bambang, Senin (8/9).

Politikus PDI Perjuangan ini menyebut kegagalan program tersebut disebabkan oleh perencanaan yang tidak matang. Mulai dari bibit, pengelolaan kandang, hingga yang paling krusial adalah ketersediaan pakan. Ia menilai, harga pakan pabrikan yang tinggi membuat para peternak tidak mampu melanjutkan usaha.

Baca Juga:  Arton S Dohong Hadiri Dharma Shanti Nyepi, Tekankan Nilai Spiritual untuk Pembangunan

“Harga pakan per saknya mencapai Rp475 ribu hingga Rp500 ribu. Kalau tidak bisa dibeli dan tidak menghasilkan, ya menurut saya program ini sia-sia,” tegasnya.

Bambang menambahkan sebelum meluncurkan program sebesar itu, seharusnya pemerintah memastikan ketersediaan pabrik pakan di daerah. Legislator dapil V ini mendesak pemerintah agar serius dari hulu hingga hilir, sehingga program nasional tidak hanya berhenti di atas kertas. “Kalau pakan, bibit, dan obat-obatan semua dari luar, kita hanya jadi pasar, bukan pelaku utama,” pungkasnya. (*afa/ans/ko)